Tampilkan postingan dengan label Atheisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atheisme. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Dasar kepercayaan kepada tuhan !

Secara garis besar kepercayaan seseorang miliki 2 unsur.
Kepercayaan pada Tuhan dan pengetahuan tentang keberadaan Tuhan. 
Kepercayaan pada tuhan ada 2: 
ATHEIS (tidak percaya tuhan) dan THEIS (percaya tuhan).


Pengetahuan ttg keberadaan tuhan ada 2: AGNOSTIK (keberadaan tuhan gak mungkin diketahui) dan GNOSTIK (keberadaan tuhan bisa diketahui).

Jadi ada 4 kepercayaan:
 (1) ATHEIS AGNOSTIK, (2) THEIS GNOSTIK, (3) ATHEIS GNOSTIK dan (4) THEIS AGNOSTIK.

(1) ATHEIS AGNOSTIK tidak percaya pada tuhan dan berpendapat bahwa ada-tidaknya tuhan, tidak mungkin diketahui siapapun.
(2) THEIS GNOSTIK percaya pada tuhan dan berpendapat bahwa ada-tidaknya tuhan, bisa diketahui. Biasa disebut THEIS saja.
(3) ATHEIS GNOSTIK tidak percaya tuhan dan berpendapat bahwa tidak adanya tuhan, bisa diketahui. Sedikit org yang posisi ini.
(4) THEIS AGNOSTIK percaya pada tuhan tapi berpendapat bahwa ada-tidaknya tuhan, belum/tidak bisa diketahui.

Umat bergama jelas berada di posisi THEIS GNOSTIK. Percaya tuhan dan berpendapat keberadaan tuhan bisa diketahui. Yang gak banyak org ngerti adalah yang tidak beragama, apakah kamu ATHEIS AGNOSTIK, ATHEIS GNOSTIK atau THEIS AGNOSTIK? Gak beragama belum tentu gak percaya tuhan. Ada banyak orang yang memilih gak beragama, tapi percaya pada sosok tuhan.

Ini penting bagi kamu yang memilih gak beragama, tapi juga gak mau disebut atheis. Karena toh kamu juga masih percaya tuhan. Dan ini juga penting dalam diskusi agar tidak salah paham. Karena orang awam taunya generalisir atheis ya atheis aja. Bagaimana bisa bertuhan bila tidak beragama? Tuhan bukan hanya milik umat beragama saja, kok dimonopoli? Bagi ketiga kuadran lainnya, posisi THEIS GNOSTIK (khususnya agama Samawi) itu sangatlah aneh dan tidak masuk akal. Karena hanya agama Samawi yang menempelkan atribut dan kepribadian manusia pada sosok tuhannya. Ini fatal. Hanya tuhannya agama Samawi yang memiliki emosi, bisa bicara, dan ikut campur tangan dalam urusan duniawi. Tuhan kepo. Kalo umatnya baik, dia senang dan memberkati. Kalo umatnya salah, dia marah dan menghukum. Bisa kecewa, bisa bahagia. Tidak masuk akal, karena emosi itu kelemahan. Manusia menderita karena miliki emosi dan keinginan. Buddha juga bilang gitu. Bila tuhan bisa merasakan emosi dan miliki atribut manusia, berarti tuhan bisa takut dan galau. Kebayang tuhan yang galau?

Menempelkan atribut dan kepribadian manusia pada sosok non-manusia disebut: anthropomorphism. Anthropomorphism biasanya digunakan untuk membuat kisah fiktif seperti dongeng: binatang/pohon bisa bicara kayak manusia. Donal Bebek dan Miki Tikus adalah contoh anthropomorphism. Binatang yang memiliki atribut dan kepribadian manusia. Tapi karena tuhan punya emosi, makanya ia bisa mengasihi! Ya, tapi itu berarti dia juga bisa murka dan ngamuk. Bila tuhan maha kasih, berarti dia juga maha pemurka. Maha pengampun, tapi juga maha pemarah. Paradoks logika. Cacat. Kok kayak pacaran sama pengidap BPD (Borderline Personality Disorder)? Bentar-bentar ngambek, terus bilang cinta.

Seorang DEIS percaya bahwa tuhan ada, tapi sebagai hukum alam semesta yang tidak ikut campur tangan urusan duniawi. Hukum alam semesta tidak memiliki emosi, preferensi, ataupun personality. Maha besar karena semua ada didalamnya. Sempurna. Hukum alam semesta tidak menciptakan manusia, tapi manusia tercipta akibat adanya hukum tersebut. Insignifikan. Di mata alam semesta, manusia tidak ada bedanya dengan anjing, semut, batu, pohon, planet, atau meteor. Semua sama. Adalah kesombongan agama Samawi menaruh manusia (dan bani pilihannya) di atas singgasana tertinggi alam semesta. Seolah manusia jauh lebih penting dari gugusan gunung yang terbentuk ribuan tahun, atau semut yang bekerja keras tiap hari. Dalam kuadran, DEISME berada di posisi THEIS AGNOSTIK atau THEIS GNOSTIK. Einstein dan Newton adalah DEIS.

Percaya tuhan atau tidak percaya tuhan? Apakah tidak-adanya tuhan bisa diketahui? Apa kepercayaanmu? Silakan 

http://agamajinasi.wordpress.com/2012/08/20/4-dasar-kepercayaan/ 

Apa Ateisme itu ?

Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.

Istilah ateisme berasal dari Bahasa Yunani ἄθεος (átheos), yang secara peyoratif digunakan untuk merujuk pada siapapun yang kepercayaannya bertentangan dengan agama/kepercayaan yang sudah mapan di lingkungannya. Dengan menyebarnya pemikiran bebas, skeptisisme ilmiah, dan kritik terhadap agama, istilah ateis mulai dispesifikasi untuk merujuk kepada mereka yang tidak percaya kepada tuhan.

  Orang yang pertama kali mengaku sebagai "ateis" muncul pada abad ke-18. Pada zaman sekarang, sekitar 2,3% populasi dunia mengaku sebagai ateis, manakala 11,9% mengaku sebagai nonteis. Sekitar 65% orang Jepang mengaku sebagai ateis, agnostik, ataupun orang yang tak beragama; dan sekitar 48%-nya di Rusia.Persentase komunitas tersebut di Uni Eropa berkisar antara 6% (Italia) sampai dengan 85% (Swedia)
 
Banyak ateis bersikap skeptis kepada keberadaan fenomena paranormal karena kurangnya bukti empiris. Yang lain memberikan argumen dengan dasar filosofis, sosial, atau sejarah.
Pada kebudayaan Barat, ateis seringkali diasumsikan sebagai tak beragama (ireligius). Beberapa aliran Agama Buddha tidak pernah menyebutkan istilah 'Tuhan' dalam berbagai upacara ritual, namun dalam Agama Buddha konsep ketuhanan yang dimaksud mempergunakan istilah Nibbana. 

Karenanya agama ini sering disebut agama ateistik. Walaupun banyak dari yang mendefinisikan dirinya sebagai ateis cenderung kepada filosofi sekuler seperti humanisme, rasionalisme, dan naturalisme, tidak ada ideologi atau perilaku spesifik yang dijunjung oleh semua ateis

Atheism sudah ada sejak beribu-ribu tahun sebelum masehi / sebelum sosok yang bernama yesus lahir, bahkan dalam aliran hinduism, begitu juga islam menyebarkan agama ke eropa, asia, persia, bahkan amerika, atheism adalah sebuah racun dalam beberapa abad, karena dianggap tidak percaya dengan TUHAN oleh gereja dan agama monotheist, dan dimusuhi oleh mereka,
Dan jawabannya adalah Jelas bukan trend.

Seseorang yang menjadi Ateis rata-rata biasanya tidak bertujuan menjadi Ateis. Tetapi hanya mencari jawaban tentang kebenaran yang mereka pertanyakan, alih-alih menjadi ulama/pendeta, mereka yang belajar agama, filosofi, sejarah dan sains sekaligus malah menjadi atheist. Walaupun tidak semua atehist memiliki latar belakang tersebut.
Biasanya, tergantung bagaimana orang tua mendidik anaknya, apakah dengan doktrin dan dogma agama, atau membebaskan untuk mempelajari semua kebudayaan bumi.

Ateisme sendiri memiliki trend (Sains, Filosofi, Skeptisme), sama seperti agama dan kepercayaan lain (Baju, Bahasa dalam do’a yang digunakan, dll). Untuk saat ini, sebagian besar orang yang menjadi Ateis adalah mereka yang Skeptis, Sains adalah salah satu alat untuk mencari kebenaran dan sudah terbukti multak selama bebarapa abad (setelah kelahiran sains modern dan revolusi industri).

Pendapat Ateis tentang Roh, Hantu, Jin, Makhluk Gaib, telekinesis, Meditasi, dll?
Sekali lagi, tergantung individual. Secara umum memang biasanya tidak percaya. Menggunakan rasionalitas, bahwa masing-masing kejadian tidak bisa dikaitkan satu dengan lainnya. Walaupun ada yang percaya tentang adanya makhluk halus, orbs, paranormal. Intinya, selama kamu tidak percaya tuhan, kamu Ateis.

Seandainya kalau semua orang jadi Ateis, pasti nanti orang bebas melakukan tindakan kriminal semaunya dan itu membahayakan!
Jika kamu merasa seperti itu, silahkan pergi rumah sakit terdekat. Mungkin perlu konseling. Jika pertanyaan ini memang serius, jangan pernah lupa bahwa masih ada institusi negara yang bernama polisi.Dan negara kita juga punya pemerintah untuk mengontrol tindak kriminal. Negara Denmark, Jepang dan Swedia contohnya, adalah negara dengan populasi atheist yang lumayan cukup besar, tetapi negara tersebut malahan memiliki predikat salah satu negara terdamai. 

Apakah Ateis punya nabi?
Tidak sama sekali, Ateis adalah sebuah filosofi ketidakpercayaan terhadap adanya TUHAN/Dewa. Jadi tidak ada utusan yang dipercaya, orang teis sering mengklaim Darwin adalah nabi atheist, dan itu salah besar, para ilmuwan dan penemu adalah sebuah mediasi untuk mengetahui fakta dan realita apa sebenarnya dunia ini, bukan mengklaim, tanpa bukti

Kemanakah kalian setelah mati?
Tergantung indivdual, walaupun secara umum ateis tidak percaya akan kehidupan setelah mati. Kebanyakan mempercayai bahwa setelah mati, sama seperti sebelum lahir. Tidak ada bukti apapun, kecuali orang-orang yang mengalami gangguan psikologis pernah menceritakan kehidupan setelah kematian.

Agama(indraelbekhasi.wordpress.com)
Begitulah sekilas tentang kemana orang yang tidak punya agama setelah mati.
dan dibawah ini saya akan membahas agama siapa yang paling benar?
ada yang mengatakan, ISLAM yang paling benar.
ada yang menagatakan KRISTEN/KHATOLIK yang paling benar.
ada yang mengatakan HINDU/BUDHA yang paling benar.
ada yang mengatakan Konghucu yang paling benar.

dari kesemuanya itu, betapa sang KHALIK itu BODOH ya,
kok masih menyisakan sekumpulan orang nun jauh di pedalaman sana,
yang “kita semua” labeli: tak beragama, atau animisme, dsb.
Dimanakah mereka itu, yang tidak menganut salah satu dari agama-agama di atas, pada kehidupan sesudah mati kelak?

Bila, mereka di neraka, dimanakah sang Khalik?
Bila mereka di surga, yang manakah agama?
Jangan katakan, kewajiban kita untuk meng”agama”kan mereka:
1.Karena berabad-abad, hanya berapa persen yang dapat kita jangkau.
2. Karena ketidak mampuan kita untuk menjangkau mereka, bukankah kita jadi tidak berhak atas surga?

Tolong renungkan yang berikut ini:

si A, bersekolah dari TK,SD,SMP,SMA,S1,S2,S3. punya tabungan 1 Milyar
si B bersekolah dari TK,SD,SMP,SMA. punya tabungan 1 Milyar.
si C tidak bersekolah. punya tabungan 1 Milyar
bila tujuan bersekolah untuk dapat bersaing dalam kehidupan, siapa yang paling benar dari tiga orang tsb?

Bukan sekolah paling tinggi untuk mendapatkan 1 milyar.
Tetapi cara menemukan hidup membuat mereka bertiga memperoleh 1 milyar.
Bukan tentang agama yang paling benar yang menentukan keberadaan kita setelah mati.
Tetapi cara bersatu dengan Tuhan.

Bersatulah dengan Tuhan, melalui Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha ataupun Khonghucu: menurut Keyakinanmu
sama seperti saudara kita yang tidak mengenal  Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha ataupu Khonghucu, tapi menurut Keyakinan mereka.
wow… betapa dasyatNya sang Khalik, yang memberi kita keaneka ragaman.