Tampilkan postingan dengan label Kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kematian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Pengalaman Mati suri !

 
Mau Dimasukkan ke Peti Jenazah, Nenek 101 Tahun Hidup Lagi
Liputan6.com, Beijing : Peng Xiuhua (101) membuat tetangganya shock bukan kepalang. Wanita yang sudah dinyatakan meninggal dunia tiba-tiba saja duduk dan berbicara saat orang-orang berusaha memasukkannya ke dalam peti mati.

Peng, yang tinggal sendirian, telah jatuh dan melukai dirinya sendiri. Kedua putrinya yang berusia 70 tahun kembali ke rumah untuk merawatnya.


Shanghai Daily
memberitakan, 10 hari kemudian putri Peng melihat tubuh ibunya sudah menjadi kaku.Karena mereka tidak bisa merasakan napas atau detak jantung dalam dirinya, kedua putrinya itu menganggap ibunya sudah meninggal dunia.

Pada hari berikutnya, semua kerabat dan teman-teman keluarga berkumpul untuk pemakamannya. Tapi, ketika warga membersihkan tubuhnya sebelum memasukkannya ke dalam peti mati di sore hari, Peng membuka matanya sambil menyapa semuanya dengan kata kesayangannya 'Here You Come'.


"Saya seorang wanita yang beruntung," ujar Peng seperti dikutip
Mirror, Jumat (1/2/2013).

"Bukan saja karena saya bisa melihat betapa banyak orang yang peduli saya, tapi saya juga bangun sebelum mereka membawa saya ke krematorium," tambahnya.


Pengalaman Peng ini biasanya disebut mati suri. Menurut situs
Lifeafterdeath, ada beberapa orang yang mengalami kematian yang tidak permanen (mati suri). Orang yang mengalami secara klinis medis meninggal, tapi kenyataannya ia hidup kembali.

Ribuan orang yang mempunyai pengalaman mendekati kematian (Near Death Experience/NDE) setiap tahunnya di Amerika Serikat. Surveri di AS, Jerman, dan Australia, mengungkapkan empat hingga 15 persen populasi yang mengalami NDE.

Apa pun masalahnya, NDE tidak mudah dijelaskan oleh ilmu pengetahuan yang rasional. Para peneliti dan orang yang pernah mengalaminya meyakini NDE menunjukkan jalan ke dunia spiritual. Namun, bagi beberapa orang, ini membawa ketakutan tapi bagi orang lain sebagai sebuah kenyamanan.(Mel/Igw)
 
Pengalaman mati suri.
 
Pengalaman mati suri saya yang pertama terjadi pada saat saya berumur 45 tahun pada 1995. Saya mengalami serangan jantung yang parah dan selanjutnya mendapat perawatan triple by-pass. Saat saya sadar setelah operasi, saya mempunyai ingatan telah berpindah ke dimensi atau tempat yang lain. Selama beberapa bulan berikutnya saya berpikir ingatan ini berasal dari pengaruh obat-obatan namun lama kelamaan saya yakin bahwa ini adalah sesuatu yang lain.

Saya mengapung atau melayang ke sebuah tempat yang sungguh teramat tenang. Di atas ada langit biru, biru yang sangat biru yang pernah saya lihat. Saat sekarang terkadang bila saya menatap langit biru saya akan mendapatkan perasaan tenteram. Saya melihat rerumputan yang tinggi tertiup angin yang lembut di suatu padang rumput yang berbukit. Namun saya tidak merasakan adanya tiupan angin, bahkan tak ada suara sedikitpun. Semuanya sungguh tenang.

Saya tidak berjalan tapi seperti melayang di atas padang rumput tersebut dengan perlahan. Tempat ini penuh dengan kehangatan, ketenteraman dan suatu rasa penuh di hati yang tak dapat dijelaskan dan merasa menjadi satu dengan semesta.

Saat saya melayang di atas perbukitan dengan sangat perlahan sambil menyerap perasaan yang sungguh hangat, saya melihat "gambar-gambar" dari anak-anak saya berkedip-kedip di ufuk. Mereka bukan "gambar diam" namun gambar dari mereka sedang memandang saya dengan perasaan cemas. Mereka ingin agar saya pulang untuk bersama mereka kembali. Mereka membutuhkan saya dan mereka tidak berbicara sedikitpun. Saya dapat mendengar mereka tanpa melihat bibir mereka bergerak.

Saya tahu bahwa saya harus membuat pilihan saat itu juga. Bila tidak maka saya tak akan bisa kembali pulang.

Bila terus, saya akan diselimuti dengan ketenteraman dan kehangatan ini selamanya. Sangat menyenangkan untuk terus. Bila kembali, saya harus menuju sebuah tempat yang penuh dengan kesakitan dan kepedihan. Semua akan penuh dengan penderitaan dan tanggung jawab. Sakitnya emosi, dan beratnya beban hidup. Saya memilih kembali karena anak-anak saya lebih membutuhkan saya dalam mengarahkan masa depan mereka. Masa depan mereka bergantung pada keberadaan saya di sana. Ini belum saatnya. Anak-anak saya masih bellum siap untuk melangkah sendiri.

Seketika itu juga saya kembali.

Saya tidak melihat cahaya terang atau malaikat atau merasakan adanya figur spiritual.

PENGALAMAN MATI SURI SAYA YANG KEDUA terjadi pada tahun 1997. Saya mengalami kecelakan mobil yang parah dan mendapat banyak luka berat yang serius. Ketika saya terjebak di dalam mobil, saya tidak merasakan sakit apapun meskipun tulang selangka saya patah di dua tempat, tulang duduk retak, tulang rusuk patah dan menembus paru-paru, tengkorak retak dan banyak sayatan di muka dan sebagian kuping saya robek.

Saya mendapat banyak kilas balik atas kecelakaan itu selama beberapa bulan kemudian, tatapi saya memeiliki kenangan yang utuh dan positif atas pengalaman mati suri ketika saya telah cukup sadar untuk berbicara dan dapat terus jaga tanpa sering pingsan beberapa hari setelah kejadian.

Saya ceritakan pengalaman saya kepada putra saya dan kemudian kepada orang lain ketika saya telah merasa lebih enak untuk membicarakannya. Saya juga kemudian mencoba mengevaluasi apakah ini pengaruh dari obat-obatan atau hanya sinyal dari otak ketika tubuh kita berhenti berfungsi.

Saya kembali melihat sebuah tempat yang penuh dengan kehangatan, cinta, dan persahabatan. Tampaknya seperti terowongan tapi bentuknya tidak bundar, mirip seperti terowongan jalan kaki yang biasa menghubungkan dua gedung atau pusat perbelanjaan. Seperti jembatan penyeberang jalan. Tidak sempit tapi lebar. Saya berjalan melaluinya, atau saya merasa berjalan tapi saya tak merasa menggerakkan kaki saya. Kedua sisi terowongan tidak begitu terang, tapi juga tidak begitu gelap.

Ketika tiba di ujung terowongan, saya melihat banyak orang. Mereka hanya kelihatan dari pinggang ke atas namun sama sekali tidak menakutkan. Semuanya tersenyum dan tampak senang.

Saya melihat wajah-wajah yang saya kenal. Saya melihat dua kakek saya dan ayah saya. Sangat gelap di belakang tubuh mereka dan saya merasa banyak lagi orang lain di belakang mereka.

Seseorang menjabat tangan saya sebagai penyambutan. Sepertinya ayah saya. Dia meninggal karena penyakit Alzheimer dan tampak tidak keruan ketika meninggal. Namun sekarang ia tampak tegap dan sehat dan saya juga baru menyadari betapa pendeknya dia. Semua orang ini sangat gembira menyambut saya.

Saat itu saya merasakan keinginan untuk kembali ke kehidupan dunia. Sama sekali bukan perasaan mengerikan tapi hanya suatu titik dimana saatnya bagi saya untuk mengambil keputusan. Namun saya merasa bahwa bukan saya yang memutuskan untuk kembali. Perasaan saya ada orang lain yang menentukannya untuk saya.

Tangan saya masih menjabat (tidak menggoyang lagi) tangan orang yang pertama menjabat saya. Tangannya terasa sangat hangat dan melegakan. Tangan saya perlahan dan dengan lembut melepasnya saat saya melayang kembali ke kehidupan dunia. Tangannya tidak lagi menjabat saya tapi masih memegang dengan lembut.

Dan semuanya berakhir. Saya telah kembali.

Di suatu saat dalam pengalaman ini saya ingat telah melihat sebuah pintu berwarna coklat dengan pegangan model kuno terbuat dari porselen dan dikelilingi oleh latar belakang yang gelap. Saya tahu bahwa di balik pintu itu terdapat fenomena religius, cahaya yang sangat terang, dan mungkin Tuhan sendiri. Pintu ini selalu ada di situ dan tersedia bagi semua orang. Saya dapat masuk ke dalamnya kapan saja saya mau. Saya mempunyai perasaan bahwa tangan saya memegang pegangan pintu itu dan dapat memasukinya kapan saja saya mau.

Kini saya menyadari bahwa saya tidak lagi takut akan mati sekarang.

Sebuah perasaan saya yang lain adalah adanya orang-orang yang pergi ke alam seberang bukan atas kemauan mereka dan saya merasa kasihan akan mereka. Mereka sudah bahagia di sana karena telah menyesuaikan diri namun sebenarnya mereka ingin meluangkan waktu lebih lama dengan orang-orang yang mereka cintai di dunia ini.

Saya dulu adalah orang yang religius, tapi kini sudah tidak lagi. Namun saya kini memiliki rasa hormat yang besar terhadap orang-orang yang sangat religius.

Saya diberi kesempatan melihat hal-hal yang hanya sedikit orang dapat melihatnya dan saya sangat bahagia telah mengalaminya. Saya senang menceritakan hal ini kepada orang lain namun saya amat teramat hati-hati dalam memilih siapa yang saya ajak bicara tentang hal ini.
 
 

Kisah 70 orang yang hidup lagi !

Kisah ini diambil dari ayat Al Qur'an Surat Al A'raf ayat 149, 151, 154, 155 dan Surat Al Baqarah ayat 55, 56, 63 dan 64.

Kisah ini terjadi pada zaman Nabi Musa a.s.
Kala itu ada 70 umatnya mati hangus karena tersambar halilintar. Kemudian atas doa Nabi Musa a.s serta izin dari Allah SWT, mereka pun hidup lagi dan menyatakan tobat.

Setelah lolos dari kejaran Raja Fir'aun dengan membelah lautan, umat Nabi Musa a.s menjadi kaum yang taat dan ahli ibadah. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Petaka terjadi ketika Nabi Musa a.s pergi ke bukit Thursina, umatnya berulah dan murtad, padahal kepergian Nabi Musa a.s itu untuk menerima wahyu dari Allah SWT berupa kitab Taurat selama 40 malam. Bahkan sebelum Nabi Musa pergi, ia telah menitipkan umatnya kepada saudaranya Nabi Harun a.s.


Kepergian
Nabi Musa itu digunakan berbuat jahat oleh Samiri. Ia menyebarkan benih syirik dengan membuat patung anak lembu untuk disembah sebagai Tuhan. Patung itu dibuatnya dari emas dan untuk meyakinkannya, Samiri memasukkan tanah bekas Malaikat Jibril ke dalam perut patung tersebut.
Ajaib, patung anak lembu tersebut bisa bersuara.

Murtad

Tanah bekas Malaikat Jibril itu diambil Samiri ketika melintasi lautan yang terbelah. Sebagaimana diketahui, bahwa meskipun lautan sudah menjadi jalan, rombongan kuda jantan umat Nabi Musa tidak mau melintasi laut tersebut. Saat itulah Malaikat Jibril turun ke bumi dan mengendarai kuda betina. Melihat kuda betina masuk laut, maka kuda jantan pun berusaha mengejar dari belakang, sehingga sampailah ke seberang dengan selamat. Bekas debu kuda Jibril inilah yang diambil oleh bangsa Samiri dan dimasukkan ke dalam patung anak lembu.

Pada hari yang ditunggu, Nabi Musa pun kembali setelah selesai bermunajat. Nabi Musa sangat marah tatkala melihat kaumnya sedang berpesta mengelilingi anak patung lembu emas, menyembahnya dan memuji-mujinya.


"Hai Samiri, apakah yang mendorongmu untuk menyesatkan kaumku, sehingga mereka kembali murtad menyembah patung yang engkau buat dari emas itu. Akibat perbuatanmu itu, engkau harus dikucilkan. Ini adalah ganjaranmu di dunia, sedang di akhirat, nerakalah tempatmu, dan Tuhanmu yang engkau buat ini akan kami bakar dan campakkan ke dalam laut," ujar Nabi Musa.


Kemudian Nabi Musa menasehati kaumnya. Akan tetapi kaumnya bukannya bertobat, kaum tersebut justru memperlihatkan kebodohannya. Mereka terberdaya oleh patung anak lembu yang bisa bersuara. "Sesungguhnya kamu telah berbuat dosa besar dan menyia-nyiakan dirimu sendiri, maka bertobatlah kamu kepada Allah," ucap Nabi Musa a.s.

Kisah Orang Mati Hidup Kembali
Bertobat
Allah kemudian memerintahkan kepada Nabi Musa agar membawa sekelompok dari kaumnya untuk meminta ampun atas dosa mereka. Maka dipilihlah 70 orang dari kaumnya untuk pergi bersama ke Thursina. Selama bepergian itu, mereka diperintahkan untuk berpuasa, menyucikan diri. Setiba mereka di Thursina, turunlah awan yang tebal menelimuti seluruh bukit itu,kemudian masuklah Nabi Musa diikuti oelh para pengikutnya ke dalam awan gelap itu dan segera mereka bersujud. Dalam keadaan bersujud tersebut, tiba-tiba terdengarlah percakapan Nabi Musa dan Allah SWT. Pada saat itulah, timbul dalam hati mereka untuk melihat zat Allah dengan mata kepala mereka sendiri.

"Kami tidak akan beriman kepdamu sebelum kami melihat Allah dengan terang," ucap salah seorang kaumnya. Sebagai jawaban atas keinginan mereka yang menunjukkan kesombongan itu, seketika itu juga Allah mengirimkan halilintar yang menyambar dan merenggut nyawa mereka. Nabi Musa merasa sedih melihat nasib yang menimpa kelompok 70 orang itu dan ia memohon kepada Allah agar diampuni dosa mereka dan dihidupkan kembali.


Allah SWT mengabulkan doa Nabi Musa, dan Allah menghidupkan kembali kelompok 70 orang. Ketika terbangun, mereka seakan-akan seperti orang yang baru sadar dari pingsannya. Kemudian pada kesempatan itu pula, Nabi Musa membaiat kaumnya untuk berpegang teguh kepada kitab Taurat sebagi pedoman hidup.

Gadis Playboy yang mati mengenaskan !

Anda ingin menjadi populer dan kaya serta mati mengenaskan ? belajarlah bijak menentukan tujuan hidup dan belajar dari tokoh berikut ini !

Playboy adalah majalah pria dewasa yang dikenal di seluruh penjuru dunia. Bukan hanya isi hot majalahnya yang jadi perhatian, namun juga gaya hidup pemiliknya, Hugh Hefner, yang identik dengan kemewahan dan seks.

Dalam Playboy Mansion, Hugh tinggal dengan para gadis Playboy, yang dikenal dengan nama Playmate. Demi popularitas dan uang, gadis-gadis muda ini rela tinggal bersama Hugh yang kini nyaris berusia 90 tahun.Namun di balik kemewahan tembok Playboy Mansion, ternyata ada sejumlah sejarah kelam. Tak bisa dipungkiri bahwa akhir tragis beberapa kali menimpa Playmate Playboy.


Beberapa gadis Playboy mengalami kematian tragis. Mereka dibunuh, dibuang dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Beberapa di antaranya malah ditemukan dalam kondisi tidak utuh.Siapa saja gadis Playboy yang mati mengenaskan? Bagaimana mereka mati? Apa pula cerita di balik kematian mereka? Simak ulasan berikut ini!


1. Dorothy Stratten


Gadis yang bernama asli Dorothy Ruth Hoogstraten ditemukan tewas pada 14 Agustus 1980. Wanita 20 tahun ini dibunuh oleh suaminya sendiri, Paul Snider.

Dorothy baru berusia 17 tahun saat pertama kali berpose bugil di majalah Playboy. Tak lama kemudian, dia menikah dengan Paul, walau tanpa restu orang tua.


Kecemburuan Paul pada pria-pria di sekitar Dorothy, termasuk Hugh Hefner, menjadi alasan pembunuhan ini. Wanita malang ini tewas setelah ditembak tepat di wajahnya.


Belum puas membunuh, Paul menggantung tubuh Dorothy dan sempat berhubungan intim dengan mayatnya. Setelah itu, Paul pun bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.


2. Yvette Vickers


Saat ditemukan, Yvette Vickers sudah jadi mumi di rumahnya yang berlokasi di Benedict Canyon. Susan Savage yang kebetulan memeriksa rumah itu pada 2 Mei 2011 menemukan tubuhnya sudah kering.

Walaupun organ tubuhnya tidak diambil, namun mayat yang sudah kering itu nyaris tak bisa dikenali. Rupanya, Yvette Vickers bahkan sudah meninggal setahun sebelum ditemukan.


Semasa hidupnya, dia sempat membintangi film klasik seperti ATTACK OF THE GIANT LEECHES, SUNSET BOULEVARD dan ATTACK OF THE 50 FOOT WOMAN. Dia meninggal dalam usia 82 tahun.


3. Jasmine Fiore


Jasmine Fiore ditemukan meninggal pada 15 Agustus 2009 dalam kondisi termutilasi. Mayatnya ditemukan dalam koper, dengan gigi dan jari-jarinya sudah hilang.

Pembunuhnya diduga adalah Ryan Jenkins, mantan suami Jasmine, yang disebut-sebut sebagai psikopat. Beberapa hari setelah didakwa sebagai pembunuh, Ryan ditemukan tewas gantung diri di sebuah motel.


4. Jayne Mansfield


Kepala Jayne Mansfield dikabarkan terpenggal dalam kecelakaan yang terjadi 28 Juni 1967. Mobil yang dikendarai bersama pacar dan anak-anak Jayne hancur gara-gara menabrak trailer traktor.

Faktanya, sertifikat kematian menyebutkan bahwa kematian Jayne diakibatkan tulang yang hancur. Polisi juga menyebutkan hanya sebagian kepalanya yang terpisah dari tubuh.


Semasa hidupnya, wanita berambut blonde ini sempat dianugerahi gelar Playboy Playmate of the Month dan beberapa kali tampil bugil di majalah tersebut.


5. Star Stowe


Karir mantan pacar Gene Simmons ini memang luar biasa saat menjadi gadis Playboy. Namun semua tak bertahan lama. Saat karirnya meredup, Star Towe malah banting setir sebagai pelacur.

16 Maret 1997, dia ditemukan tak bernyawa dalam kondisi setengah telanjang. Mayatnya dibuang begitu saja di semak-semak. Melihat banyaknya kematian tak terduga saat itu, polisi menduga bahwa Star adalah salah satu korban pembunuhan berantai.


Ironisnya, Star meninggal beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-41 tahun. So sad.


6. Anna Nicole Smith


Hingga kini, kematian Anna Nicole Smith menjadi hal yang tak terlupakan. Pasalnya, tak ada yang tahu pasti penyebab kematian penggemar Marilyn Monroe ini.

Dia ditemukan tak bernyawa di hotel Minole Hard Rock. Ditemukan sejumlah resep obat di sekitar jenazah, namun polisi tak yakin dia meninggal akibat overdosis.


Seperti idolanya, Marilyn, wanita ini juga terlibat banyak skandal dan kontroversi semasa hidupnya. Dia pun juga pergi saat berada di puncak popularitas.


7. Marilyn Monroe


Siapa yang tidak kenal dengan simbol seks era 1950 hingga 1960 ini. Dia adalah orang pertama yang tampil di majalah Playboy edisi Desember 1953, dan dikenal sebagai wanita tercantik di dunia saat itu.

Kematian Marilyn Monroe memang masih jadi misteri hingga kini. Walau ada dugaan dia meninggal akibat overdosis, namun tak ada yang yakin apa penyebab kematiannya. Dia meninggal 5 Agustus 1962.


http://www.hebohnyadunia.com/2012/09/7-gadis-playboy-yang-mati-mengenaskan.html 

Kamis, 07 Maret 2013

Pengalaman menjelang kematian !

Apakah eksistensi jiwa hanyalah suatu mitos? Apakah jiwa akan tetap ada setelah kematian? Jika ya, apakah mungkin untuk mengalami ‘hidup’ setelah tubuh fisik ini mati? Para ilmuwan dan peneliti telah berusaha untuk menjawab pertanyaan ini selama bertahun-tahun. Beberapa orang mengatakan bahwa dari sisi ilmiah, kehidupan setelah meninggal adalah tidak mungkin: satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah bertanya kepada mereka yang pernah mengalami kematian. Beberapa dokter seperti dr Raymond Moody, dr Ken Ring, dan dr Bruce Greyson memiliki pasien yang mengalami: hidup kembali dari kematian. Sesudah mendokumentasikan pengalaman pasien-pasien ini, para dokter sekarang percaya bahwa ada bukti tentang eksistensi jiwa dan kehidupan setelah kematian.
 

Rudolf Steiner, pengarang “Life beyond Death”
Rudolf Steiner, pengarang “Life beyond Death (Kehidupan Setelah Kematian)”, tidak melihat manusia sebagai kumpulan organ-organ fisik saja. Ia mengatakan bahwa tubuh fisik adalah ekspresi eterik dari aktivitas astral dan ego, yang berevolusi dalam bentuk dan fungsi. Ia juga mengatakan bahwa jiwa dan roh digabungkan dengan organ fisik, dan mengambil suatu imaji kosmos spiritual, dimana jiwa turun saat dibentuk dalam kandungan.

Definisi-definisi ini berasal dari pandangan spiritual. Namun, melalui Fisika Kuantum ada banyak ahli yang percaya bahwa eksistensi tidak hanya ada pada tubuh fisik saja. Kesadaran Kuantum berdasar pada konsep: semua hal saling berhubungan dan dapat saling memengaruhi dengan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan cahaya; dan kesadaran diperoleh melalui alur informasi dari efek spiritual. Beberapa orang berpendapat bahwa teori ini merupakan awal dari konsep spiritualisme, mistik, dan beberapa okultisme. Para ahli berpendapat bahwa bukti ilmiah tentang kehidupan setelah kematian datang dari pengalaman menjelang kematian atau biasa disebut NDE (Near Death Experiences). 
 
Saat pengalaman menjelang kematian, seseorang mati secara fisik, misalkan saat seseorang sedang operasi atau mengalami serangan jantung. Jantung mereka berhenti berdetak, dan mereka berhenti bernapas. Beberapa menit atau jam kemudian, jantung kembali memompa dan mereka bernapas kembali. Orang-orang ini cenderung mengalami pengalaman keluar tubuh dan merasakan berada di dunia roh. 
 
Para dokter telah mengumpulkan data dari pasien-pasien yang melaporkan pengalaman ini lebih dari 30 tahun. Beberapa ahli dan dokter percaya bahwa hal ini adalah halusinasi. Tetapi beberapa karakteristik dari NDE’s tidak dapat dijelaskan hanya karena halusinasi saja. 
 
Dalam satu penelitian, seorang pengemudi truk berusia 55 tahun, Al Sullivan bertemu dengan almarhumah ibu dan iparnya melalui NDE saat proses operasi jantung berlangsung. Sullivan berkata bahwa ibunya menyuruhnya untuk kembali dan memberitahu tetangganya yang mempunyai anak yang sakit limfoma bahwa ia akan baik-baik saja. Menakjubkan, Al secara akurat berkata bahwa dokter yang mengoperasinya menepuk lengannya dengan mengempit tangannya. Dr Greyson meragukan pengalaman ini sebagai halusinasi dan melakukan penelitian. Ia kemudian berkata, ”Bagaimana mungkin informasi yang begitu akurat dan dapat dibuktikan hanya berasal dari NDE saja?” 
 
Adalah lumrah jika ada orang yang mengalami NDE dan memberikan informasi yang akurat dari pengalamannya. Terkadang informasinya sangat fisikal dan kadang sangat spiritual. Suatu kali, pengalaman NDE seorang bapak bernama Mellen-Thomas Benedict, diperlihatkan pada biofotonik, komunikasi selular, biologi kuantum, dan DNA. Di kemudian hari ia memperolah enam hak paten. Beberapa NDE yang mendalam terjadi selama beberapa hari. Seorang ahli neuropatologi, George Rodonaia, mengalami NDE selama 3 hari. Ia sadar kembali saat para dokter sedang mempersiapkan otopsi untuk dirinya.

Sebelum pengalaman ini, ia adalah seorang ateis. Setelah melewati pengalaman di alam roh yang begitu berkesan, ia kemudian melanjutkan studi doktoral di bidang spiritualitas agama dan menjadi seorang pendeta. Bukti lain tentang keberadaan jiwa setelah kematian berasal dari sekelompok orang yang mengalami NDE. Dalam satu kasus, sekelompok petugas pemadam kebakaran hampir mengalami kematian saat bekerja di hutan. Mereka melaporkan bahwa mereka dapat saling bertemu dengan sesama mereka saat NDE dan keluar dari tubuh mereka yang tidak bernyawa, akan tetapi mereka semua pada akhirnya dapat diselamatkan. 
 
“Pengalaman menjelang kematian” dipopulerkan oleh dr. Raymond Moody, dalam bukunya, “Life after Life (Kehidupan setelah Kehidupan)”. Dr. Moody juga merupakan penulis laris untuk kesebelas bukunya – yang telah terjual lebih dari 13 juta eksemplar di seluruh dunia. Selain itu, ia juga menulis berbagai artikel akademis dan literatur profesional seperti “Near Death Experiences (Pengalaman Menjelang Kematian)”, “Death with Dignity (Meninggal dengan Mulia)”, dan “Life after Loss (Kehidupan setelah Kehilangan)”.

Dr. Raymond Moody dengan bukunya
Dr. Moody telah mengadakan penelitian terhadap lebih dari seratus kasus “mati klinis” dan hidup kembali. Studi klasik ini telah menobatkan dirinya sebagai sesepuh dunia di bidang pengalaman menjelang kematian. “Life after Life (Kehidupan setelah Kehidupan)” telah mengubah pandangan kita terhadap hidup dan kematian. Salah satu ringkasan penjelasannya dari pengalaman menjelang kematian adalah “suatu sensasi melayang dan ketidakterhubungan dengan tubuh fisik kita”. Ia melanjutkan bahwa “jiwa melihat tubuh tanpa kehidupan dari sudut langit-langit; dan perasaan tenang dan hening mendominasi pada saat waktu berhenti. Jiwa merasa ditarik ke terowongan gelap dengan cahaya putih berkilauan di ujungnya. Saat kita memasuki cahaya putih, orang yang kita cintai atau tokoh religius akan menyambut kita, dan kita akan melihat gambaran berwarna dari kilas kehidupan yang telah dilalui.” Menakjubkan, banyak orang dari berbagai belahan dunia telah mengalami hal yang persis sama. Sesudah mengalami NDE, orang itu akan lebih menghargai kehidupan, mementingkan hubungan personal, dan lebih gigih dalam usaha mencapai tujuan. 
 
Dr Moody menjelaskan, ada seorang wanita tunanetra yang dengan tepat mendeskripsikan peralatan yang dipergunakan, saat ia dioperasi karena serangan jantung, “sampai ke warna-warnanya”. Kenyataan bahwa wanita ini telah buta selama lima puluh tahun meyakinkan adanya pengalaman menjelang kematian. Moody juga melaporkan sebagian orang dengan pengalaman menjelang kematian dimana mereka enggan untuk kembali setelah meninggalkan tubuh fisiknya. Beberapa pasien bahkan marah kepada para dokter yang membawa mereka kembali. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa mereka pasti mengalami pengalaman yang sangat berkesan!
 
Dr. Ken Ring adalah seorang profesor psikologi di Universitas Connecticut. Ia telah mendokumentasikan 102 NDE. Dalam risetnya yang terakhir termasuk NDE dari seorang tunanetra, dan penemuannya dapat dibaca pada bukunya "Mindsight (Penglihatan Pikiran)”. Buku-bukunya terdahulu termasuk "Life at Death (Hidup saat Kematian)”, "Lessons from the Light (Pelajaran dari Cahaya)”, "Heading toward Omega (Menuju ke Omega)”, dan "The Omega Project (Proyek Omega)”. Dr Ring meriset NDE, termasuk orang yang menyaksikan keluarnya roh dari tubuh fisik, dan ini telah dibuktikan kebenarannya. Ia juga telah meneliti NDE yang mengonfirmasikan adanya reinkarnasi.

Dr. Ken Ring dan bukunya
Fenomena menarik terjadi saat seseorang mengalami NDE adalah saat dimana jiwa mereka bertemu orang lain, biasanya orang yang dicintai. Mereka juga dapat mendengar pembicaraan orang di sekitarnya saat jiwa mereka keluar dari tubuh fisik. Dr Ring mengatakan, “Bukti ini telah menunjukkan bahwa kesadaran itu ada.”
 
Dr.Ring menulis satu artikel di "Journal of Near-Death Studies (Majalah Penelitian Menjelang Kematian)” sehubungan dengan NDE. Ia melaporkan, saat keluar dari tubuh fisik, semua orang hampir memiliki pengalaman yang sama. Termasuk “bergerak ke dalam terowongan kosong atau gelap menuju cahaya terang; bertemu dengan saudara dan teman yang telah meninggal; merasa tenang dan damai; merasa dikelilingi perasaan penuh cinta; merasa sangat cantik dan sangat rindu berada di sana. Saat orang kembali ke realitas dunia setelah mengalami NDE, mereka sangat terpengaruh oleh perasaan ini sepanjang sisa hidup mereka.” Ini hampir sama dengan penemuan Dr. Raymond Moody. 
 

Dr. Bruce Greyson
Dokter berikutnya mendokumentasikan satu dari contoh yang paling meyakinkan dari seseorang yang telah mengalami pengalaman keluar dari tubuh fisik atau NDE. Dr. Bruce Greyson adalah Carlson Professor of Psychiatry pada University of Virginia Health System. Ia merupakan salah seorang anggota dari Asosiasi Parapsikologi yang meriset pengalaman menjelang kematian. Ia menerima sembilan bantuan riset dimana ia sebagai kepala investigator telah melakukan presentasi ilmiah kepada lebih dari 60 konferensi nasional dan regional. Dr Greyson juga telah menerbitkan lebih dari 60 artikel. Ia telah menulis buku dengan judul, “The Near-Death Experience: 

Problems, Prospects, Perspectives (Pengalaman Menjelang Kematian: Masalah, Prospek, Perspektif)”, dan ia telah menjadi editor pada Majalah Penelitian Menjelang Kematian selama lebih dari dua puluh tahun. 
 
Dr. Greyson telah mendokumentasikan pola yang jelas atas pola kesehatan pasien dalam jangka panjang setelah mengalami fenomena menjelang kematian. Ia juga menulis terapi strategis demi membantu pasien untuk menyesuaikan kehidupan setelah NDE.
Pengalaman menjelang kematian adalah peristiwa yang sangat mendalam, dimana hampir semua orang berubah setelahnya. Seorang kriminal berubah menjadi seorang yang mengabdi kepada sesama. Kesehatan mereka juga akan membaik, masalah mental terselesaikan. Kebanyakan orang yang mengalami NDE tidak akan bertanya lagi apakah Tuhan ada. Mereka tahu Tuhan ada. Saat kita turun ke bumi, kita kehilangan koneksi dengan Tuhan. Kita lupa akan keberadaan-Nya.

 Tetapi, setelah melewati NDE, kita terhubungkan kembali dengan Jati Diri kita, bagian dari diri kita yang lebih dari kata-kata, bagian yang ada dalam diri kita selamanya. Setelah mati secara fisik, jiwa kita tetap mengetahui berbagai peristiwa, dan merekam cerita-cerita menarik untuk mereka yang berkenan mendengarkan. Pengalaman mendalam dan penting dari NDE menunjukkan dengan jelas bahwa jiwa melampaui hidup dan Tuhan itu ada.