Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Pengertian Legenda dan Mitos.

Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya. Bila melihat dari Definisi Dan Pengertian Legenda maka Legenda dapat di bagi menjadi empat kelompok.

Legenda ada empat kelompok sebagai berikut.

1) Legenda keagamaan

Di dalam legenda keagamaan banyak kita jumpai kisah-kisah para wali penyebar Islam, misalnya, Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar di Jawa, sedangkan di Bali dapat kita temui legenda tentang kisah Ratu Calon Arang.

2) Legenda kegaiban

Legenda ini berkisah tentang kepercayaan rakyat pada alam gaib, misalnya kerajaan gaib orang Bunian di rimba raya Sumatra, kerajaan gaib Pajajaran di Jawa Barat, kerajaan gaib Laut Kidul di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan Si Manis Jembatan Ancol dari Jakarta.

3) Legenda perseorangan

Legenda perseorangan menceritakan tokoh tertentu yang dianggap pernah ada dan terjadi, misalnya Sabai nan Aluih dan Si Pahit Lidah dari Sumatra, Si Pitung dan Nyai Dasima dari Jakarta, Lutung Kasarung dari Jawa Barat, Rara Mendut dan Jaka Tingkir dari Jawa Tengah, Suramenggolo dari Jawa Timur, serta Jayaprana dan Layonsari dari Bali.

4) Legenda lokal

Legenda lokal adalah legenda yang berhubungan dengan nama tempat terjadinya gunung, bukit, danau, dan sebagainya. Misalnya, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Sangkuriang (legenda Gunung Tangkuban Parahu) di Jawa Barat, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ajisaka di Jawa Tengah, dan Desa Trunyan di Bali.

Ciri-ciri Legenda

Legenda merupakan cerita rakyat yang memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :

1) Oleh yang empunya cerita dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh- sungguh pernah terjadi.

2) Bersifat sekuler (keduniawian), terjadinya pada masa yang belum begitu lampau, dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang. Tokoh utama dalam legenda adalah manusia.

3) “Sejarah” kolektif, maksudnya sejarah yang banyak mengalami distorsi karena seringkali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya.

4) Bersifat migration yakni dapat berpindah-pindah, sehingga dikenal luas di daerah-daerah yang berbeda.

5) Bersifat siklus, yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu, misalnya di Jawa legenda-legenda mengenai Panji.

Pengertian Mitos.
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya.

Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.

Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman. Menurut Moens-Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu
Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok.

Apa pengertian Spiritual ?




Spiritual dalam pengertian yang lebih luas menyatakan kebijaksanaan yang berhubungan dengan kesadaran kecerdasan abadi dan tertinggi yang mendasari serta mencerahi segala fenomena alam semesta raya ini.

Jadi spiritual adalah ilmu pengetahuan yang memberikan pemahaman yang jelas dan sempurna kedalam keberadaan manusia; hubungannya dengan alam semesta sekelilingnya pada satu pihak dan terhadap sang Pencipta di lain pihak, melalui realitas tertinggi dari kesadaran kecerdasan abadi yang mempersatukan semuanya itu.

Spiritual membahas hal-hal yang berhubungan dengan kejiwaan; rohani; bathin; mental; moral. Spiritualisasi adalah pembentukan jiwa; penjiwaan. Spiritualisme adalah aliran filsafat yang mengutamakan kerohanian; ia menumpahkan perhatian kepada ilmu-ilmu gaib seperti mistik dan spiritisme. Spiritisme adalah pemujaan kepada roh; kepercayaan bahwa roh dapat berhubungan dengan manusia yang masih hidup; ajaran dan cara-cara memanggil roh.

Ilmu Spiritual adalah pengetahuan tentang kemampuan melebihi manusia pada umumnya, yang mana sebab-sebab kemampuan itu berasal dari meta energi yang tidak tampak kasat mata. Seperti energi listrik, meta energi hanya bisa dibuktikan dengan gejala-gejala yang ditimbulkan atau dengan pengamatan mata batin. Dalam prakteknya, Ilmu Spiritual sering digabungkan dengan keyakinan agama atau kebudayaan masyarakat setempat dimana Ilmu Spiritual itu berkembang.

Dalam bahasa keseharian orang indonesia, Ilmu Spiritual disebut dengan berbagai istilah. Berikut ini kami jelaskan beberapa istilah dan alasan digunakan istilah itu untuk menyebut Ilmu Spritual.

1.Ilmu Gaib
 Dikatakan gaib karena memperlajari energi dan makhluk gaib. Kata "Gaib" atau lebih tepatnya "Ghoib" berasal dari bahasa arab yang artinya tidak terlihat. Selain alasan itu, disebut Ilmu Gaib juga karena sesuai filsafat Ilmu Spiritual yang seharusnya tidak diperlihatkan, alias harus disembunyikan, jangan sampai dipamerkan kepada orang lain untuk kesombongan. Istilah yang hampir sama artinya dengan Ilmu Gaib adalah Ilmu Kebatinan, dari kata "batin" yang bisa berarti hanya dapat dirasakan oleh orang yang mengalaminya.

2.Ilmu Metafisika
 Hampir sama dengan istilah ilmu gaib diatas, istilah meta-fisika digunakan karena dalam Ilmu Spiritual dipelajari energi dan kejadian yang tidak terlihat secara fisik dan tidak sesuai dengan hukum fisika. Sebenarnya asumsi bahwa Ilmu Spiritual adalah meta-fisika tidaklah benar 100%.

3.Ilmu Hikmah

 Digunakan untuk menyebut Ilmu Spiritual yang berkembang dikalangan umat islam. Ilmu Hikmah punya ciri khas yaitu amalan yang digunakan adalah doa khusus berbahasa arab, dzikir kalimat tertentu dan ayat suci Al-Quran yang diyakini bisa menjadi wasilah atau perantara terkabulnya sebuah doa.

4.Ilmu Supranatural.
Dikatakan supra-natural karena pemilik ilmu spiritual secara otomatis mempunyai kemampuan melebihi kemampuan alami manusia pada umumnya. Misalnya kemampuan mengobati tanpa mengetahui ilmu kedokteran, ketahanan kulit dari serangan senjata tajam, tahan terhadap racun, api dan sebagainya.

5.Ilmu Kasepuhan.
Istilah ini dipakai oleh orang jawa untuk menyebut Ilmu Spiritual karena pada zaman dulu Ilmu Spiritual hanya diajarkan kapada orang sepuh yang artinya orang usia tua atau orang yang spiritualitasnya sudah mapan. Digunakan sepuh sebagai patokan dikarenakan jika Ilmu Spiritual dipelajari sembarang orang, maka bisa menyebabkan penyalahgunaan untuk kejahatan.

Beberapa kalangan menganggap Ilmu Spiritual sebagai hal yang sakral, keramat serta terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan ada yang dianggap Wali. perlu kami terangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Allah) tidak sama dengan Ilmu Spiritual yang sedang kita pelajari. Wali Tuhan tidak pernah mengberharapkan kemampuan supranatural tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh, ikhlas dan rendah hati. Sementara kita adalah orang yang memohon kepada Tuhan dengan penuh harapan agar Tuhan melimpahakan karunianya berupa kemampuan supranatural.

Sebagian golongan orang juga ada yang menganggap bahwa Ilmu Spiritual adalah praktek kemusyirikan, menyekutukan Tuhan, dan menyembah Jin yang mana itu adalah dosa besar. Anggapan ini tidaklah sepenuhnya benar. Kita harus bisa membedakan mana Ilmu Spiritual dan Ilmu Sihir yang dikerjakan oleh setan.

Ciri- ciri seseorang yang dapat dikatakan telah memiliki tingkat kehidupan spiritualisme yang tinggi dan mantap dapat diketahui dari hal sebagai berikut:

 
1. Senantiasa dapat mengendalikan pikirannya hanya terhadap hal-hal yang dapat mengarahkannya menemukan pencerahan.


2. Seluruh indriyanya terkendali, karena Panca Indriya dapat memberikan pencitraan terhadap pola prilaku seseorang.


3. Dapat mengendalikan keinginan yang berlebihan dari obyek-obyek material dan sensual.


4. Ia senantiasa dapat mengendalikan diri dan selalu sabar dalam menghadapi tantangan hidup dalam kehidupannya.


5. Pikirannya selalu terpusat kepada tujuan tertinggi, yaitu terbebas dari belenggu samsara.


6. Setiap hari senantiasa menjaga kemurnian diri dengan selalu hidup bersih baik secara fisik maupun mental spiritual.


7. Memiliki perasaan welas asih terhadap semua mahluk, tanpa ada pembedaan di antara mereka.


8. Hidup tenang, tidak terpengaruh oleh pasang–surutnya gelombang kehidupan.


9. Hidup tentram karena telah dapat menciptakan kedamaian dalam hidupnya.

Senin, 19 November 2012

Apakah Atlantis itu Indonesia ?

Mitos Atlantis bermula ketika mahaguru Socrates berdialog dengan ketiga muridnya Timaeus, Critias, dan Hermocrates. Critias menuturkan sebuah cerita dalam bentuk pantun yang diterima dari kakek buytnya yang juga bernama Critias, tentang sebuah negeri dengan peradaban tinggi yang kemudian ditenggelamkan oleh Dewa Zeus karena penduduknya yang dianggap pendosa. Critias, si kakek buyut, mendapatkan cerita itu dari seorang Yunani bernama Solon, dan Solon sendiri mendapatkannya dari seorang pendeta Mesir, ketika ia mengunjungi Kota Sais di delta Sungai Nil.

Di luar dari distorsi yang mungkin terjadi, tulisan tentang Dialog Timaeus dan Critias tentang Atlantis yang kemudian ditulis Plato adalah sumber tertulis yang menjadi referensi utama mitos itu. Dari dialog itulah tergambarkan suatu negeri yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi bernama Atlantis. Letak Atlantis berada di depan selat yang diapit Pilar-pilar Hercules (the Pillars of Heracles). Luasnya lebih besar dari gabungan Libia dan Asia. Terdapat jalan ke pulau-pulau lain. Dari tempat ini akan ditemui sisi lain negeri yang dikelilingi oleh lautan sejati. Laut yang berada di Selat Heracles hanyalah satu-satunya jalan masuk ke pelabuhan dengan gerbang sempit. Tetapi laut yang lain adalah samudera luas dengan benua yang mengelilinginya merupakan benua luas tanpa batas.

Atlantis merupakan kerajaan besar yang menguasai seluruh pulau dan daerah sekitarnya, termasuk Libia, kolom-kolom Heracles, menguasai Mesir, dan sampai sejauh Tyrrhenia di daratan Eropa. Suatu hari terjadilah gempa bumi dan banjir tsunami yang melanda negeri itu, dan hanya dalam satu hari satu malam, seluruh Atlantis dan penghuninya ditenggelamkan ke dalam lautan. Menurut Plato, kehancuran Atlantis terjadi pada 9600 SM atau kira-kira 11.600 tahun yang lalu. Angka ini dalam Geologi dikenal sebagai awal Kala Holosen, satuan pembagian waktu geologis termuda.

Sangat banyak negara yang mengaku sebagai lokasi Atlantis. Sampai akhirnya para ahli, peneliti dan peminat Atlantis pernah mengadakan konferensi yang dihadiri 15 negara di Pulau Milos, Yunani, 11 hingga 13 Juli 2005. Mereka bertukar pikiran mengenai keberadaan Benua Atlantis. Selama konferensi dengan judul “Hipotesis Atlantis – Mencari Benua yang Hilang,” para spesialis dalam bidang arkeologi, geologi, volkanologi dan ilmu-ilmu lain memperesentasikan pandangannya tentang keberadaan Atlantis, waktu menghilangnya, penyebabnya, dan kebudayaannya.
Berdasarkan kepada referensi tulisan Plato, peserta konferensi akhirnya setuju pada 24 kriteria yang secara geografis harus memenuhi persyaratan keberadaan lokasi Atlantis, yaitu:
  1. Metropolis Atlantis harus terletak di suatu tempat yang tanahnya pernah ada atau sebagian masih ada.
  2. Metropolis Atlantis harus mempunyai morfologi yang jelas berupa selang-seling daratan dan perairan yang berbentuk cincin memusat.
  3. Atlantis harus berada di luar Pilar-pilar Hercules.
  4. Metropolis Atlantis lebih besar dari Libya dan Anatolia, dan Timur Tengah dan Sinai (gabungan).
  5. Atlantis harus pernah dihuni oleh masyarakat maju/beradab/cerdas (literate population) dengan ketrampilan dalam bidang metalurgi dan navigasi.
  6. Metropolis Atlantis harus secara rutin dapat dicapai melalui laut dari Athena.
  7. Pada waktu itu, Atlantis harus berada dalam situasi perang dengan Athena.
  8. Metropolis Atlantis harus mengalami penderitaan dan kehancuran fisik parah yang tidak terperikan (unprecedented proportions).
  9. Metropolis Atlantis harus tenggelam seluruhnya atau sebagian di bawah air.
  10. Waktu kehancuran Metropolis Atlantis adalah 9000 tahun Mesir, sebelum abad ke-6 SM.
  11. Bagian dari Atlantis berada sejauh 50 stadia (7,5 km) dari kota.
  12. Atlantis padat penduduk yang cukup untuk mendukung suatu pasukan besar (10.000 kereta perang, 1.200 kapal, 1.200.000 pasukan)
  13. Ciri agama penduduk Atlantis adalah mengurbankan banteng-banteng.
  14. Kehancuran Atlantis dibarengi oleh adanya gempa bumi.
  15. Setelah kehancuran Atlantis, jalur pelayaran tertutup.
  16. Gajah-gajah hidup di Atlantis.
  17. Tidak mungkin terjadi proses-proses selain proses-proses fisik atau geologis yang menyebabkan kehancuran Atlantis.
  18. Banyak mata air panas dan dingin, dengan kandungan endapan mineral, terdapat di Atlantis.
  19. Atlantis terletak di dataran pantai berukuran 2000 X 3000 stadia, dikelilingi oleh pegunungan yang langsung berbatasan dengan laut.
  20. Atlantis menguasai negara-negara lain pada zamannya.
  21. Angin di Atlantis berhembus dari arah utara (hanya terjadi di belahan bumi utara)
  22. Batuan Atlantis terdiri dari bermacam warna: hitam, putih, dan merah.
  23. Banyak saluran-saluran irigasi dibuat di Atlantis.
  24. Setiap 5 dan 6 tahun sekali, penduduk Atlantis berkurban banteng.
Mungkinkah Sundaland di Indonesia sebagai Benua Atlantis? Silakan pertimbangkan sendiri mengacu pada 24 kriteria itu seandainya mengakui keabsahan konferensi itu.