Tampilkan postingan dengan label Pancasila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pancasila. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

Raffi Ahmad terjerat narkoba !

Mari kita baca fenomena kejadian ini, berita terhangat hari ini beberapa artis terduga terlibat pesta narkoba. Kita belum tahu sebenarnya kejadian ini, apakah benar mereka terlibat, pengkonsumsi ?
Ya atau tidak penilaian masyarakat tetap miring dengan perilaku artis kita ini, mengapa ?

1. Bahaya besar bagi bangsa dan negara.
Mereka figur panutan bagi masyarakat terutama para fans nya, artinya mereka para penggemarnya akan mengikuti gaya artis ini, akibatnya bisa jadi mereka buta dan meniru hal yang salah. Selebritis kita ini telah menjadi figur yang mau tidak mau akan dilihat,dicontoh atau ditiru dalam segala hal, Kalau mereka menjadi pemakai narkoba bisa dibayangkan akibatnya. Pemerintah harus tegas memberi hukuman berat dan pencekalan yang ketat terhadap semua aktivitas mereka, kalau perlu coret dengan tinta merah keberadaan mereka, buat undang-undang yang jelas.

2. Berbahaya bagi generasi muda.
Bangsa Indonesia kekurangan figur yang bisa dicontoh dan diikuti. figur ini akan menentukan perjalanan bangsa berikutnya. Generasi muda merupakan potensi lain yang luar biasa, maka perlu diselamatkan budaya mereka, cara pandang mereka sampai jiwa nasionalisme mereka. Jawaban yang harus adalah jangan persembahkan kepada mereka figur yang tidak bisa dicontoh.

3. Pergaulan adalah hal yang utama.

Menyelamatkan generasi harus dimulai dari lingkungan, keluarga, masyarakat, kelompok,gang,organisasi. Lingkungan akan menentukan seseorang karena informasi akan mereka dapatkan dari lingkungan, jika lingkungan baik maka cara pandang seseorang akan baik. Jika ingin melihat seseorang lihatlah lingkungan pergaulannya. Dalam kasus Raffi bisa jadi dia tidak terlibat, bagaimana dengan lingkungannya.

4. Hukum media yang meliput dan memberi kesempatan bagi yang tidak baik.

Media peranannya penting dalam mengekspos suatu hal ke masyarakat, seharusnya media dilibatkan penuh dalam pencegahan ini. Media jangan hanya dimunculkan sekedar kepentingan bisnis belaka tetapi harus disingkronkan dengan kepentingan pembinaan karakter bangsa dan negara. Cegah saja semua acara yang tidak memberikan pendidikan yang baik. Pemerintah perlu ketegasan untuk membela rakyat kecil yang tidak mengerti.

Jangan membela yang salah, jangan melindungi orang yang salah, jangan melindungi para pembuat dosa, jangan berteman dengan orang-orang yang dimusuhi tuhan, agar kita tidak ikut dimusuhi tuhan. Ketuhanan Yang Maha Esa perlu dihidupkan kembali. Yang tidak berperilaku sesuai dengan ajaran tuhan, mestinya dilarang karena tidak pancasilais.

Selasa, 02 Oktober 2012

Pancasila di kurikulum baru 2013

Pemerintah RI telah menetapkan kurikulum baru untuk SD,SMP dan SMA dengan memangkas jumlah mata pelajaran di SD dari 11 menjadi 7 yang di dalamnya ada perubahan di materi PKN menjadi PPKN, Pendidikan kewarganegaraan menjadi Pancasila dan Pendidikan kewarganegaraan.
Pemerintah merasa penting memasukkan pendidikan Pancasila mulai dini karena ternyata kehidupan bangsa yang semakin tidak memperhatikan moralitas, tawuran pelajar, kejahatan dsb. yang terjadi sejak reformasi nilai-nila Pancasila diabaikan. Hal lain pendidikan pancasila tidak hanya dihafal butir-butirnya tetapi aplikasi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Penyederhanaan kurikulum menjadi hal penting dalam pendidikan Indonesia, perlu lebih fokus dan lebih dalam di bidang-bidang   tertentu. Hal yang tidak kalah penting sebenarnya adalah persiapan tenaga pengajar yang harus lebih siap dalam pelaksanaannya, terutama sikap perilaku para guru. Pepatah lama mengatakan guru kencing berdiri murid kencing berlari. Jika gurunya bijak siswanya akan bijak, jika gurunya soleh maka siswanya akan soleh juga.

Pancasila telah disepakati menjadi dasar negara dan falsafah. Penerapannya harus lebih tegas dan aplikatif dimulai dari para pemimpin bangsa. Lihat saja di sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, semua orang Indonesia harus berdasar agama, sikap perilakunya harus berdasarkan ajaran agama berarti ini kebenaran.Kalau ada pemimpin yang tidak mendasarkan tindakannya pada dasar agama maka tidak pantas menjadi pemimpin. Tidak jujur itu tidak beragama.
Indonesia akan menjadi kuat jika berpancasila, hanya ada 2 negara  di dunia yang memiliki dasar negara  berdasar agama yaitu Indonesia dan Israel.