Tampilkan postingan dengan label Teknik Mencari Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Mencari Pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

Pekerjaan Tanpa Ijazah

Dalam dunia kerja, masih banyak perusahaan yang mempertimbangkan latar belakang pendidikan calon karyawan. Dalam syarat penerimaan pegawai baru, sejumlah perusahaan mencantumkan syarat untuk melampirkan ijazah perguruan tinggi.
 
Fakta ini menggelisahkan pencari kerja, terutama yang tak berijazah. Tak heran Nick Corcodilos dari Ask The Headhunter mendapat banyak pertanyaan dari komunitasnya. Misal, seorang pencari kerja bertanya,"Saya memiliki pengalaman kerja selama 20 tahun di bidang akuntansi tapi tak memiliki gelar kesarjanaan. Bagaimana saya menulis lamaran pekerjaan kepada pemimpin perusahaan tanpa gelar yang dibutuhkan?"

Menanggapi itu, Nick Corcodilos mengatakan, untuk profesi tersebut banyak lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi punya pengalaman kerja. Namun pengalaman kerja selama 20 tahun dapat dengan mudah menggantikan gelar.

Oleh karena itu, suka atau tidak suka kandidat harus bersaing. Corcodilos menyarankan, tenaga kerja bisa mengambil program khusus tanpa harus kuliah di perguruan tinggi demi memperoleh gelar. Sekarang banyak "program pembelajaran jarak jauh". Ini adalah perguruan tinggi yang akan memberikan kursus melalui internet. 

Namun ia menyarankan agar tenaga kerja memeriksa program pendidikan online secara detail sebelum mendaftar. Pastikan lembaga tersebut terakreditasi. 

Sebenarnya banyak orang bisa sukses tanpa gelar kesarjanaan. Bill Gates, pendiri Microsoft, tidak pernah lulus kuliah. Begitu pula Michael Dell atau Steve Jobs. Di luar dunia teknologi, ada Richard Branson. Tanpa ijazah perguruan tinggi, mereka memulai usaha sendiri dan kemudian sukses.

Anda tentu saja bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai mencari ide untuk mendirikan sebuah usaha, kemudian belajar secara otodidak untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Namun jika Anda masih ingin bekerja pada orang lain di sebuah perusahaan, berikut ini beberapa pekerjaan yang bisa Anda raih tanpa perlu gelar sarjana.

1. Jurnalis
Media massa biasanya mensyaratkan ijazah perguruan tinggi bagi semua pelamarnya. Namun jika Anda memulai sejak dini terjun sebagai wartawan di majalah sekolah, buletin kampus, atau surat kabar lokal di kota Anda, biasanya perusahaan akan memperhitungkan pengalaman Anda. Kemudian, jurnalis baru biasanya akan mendapat pelatihan di tempat kerjanya.

2. Sales/marketing
Banyak perusahaan mempekerjakan kandidat sales dengan melihat pengalaman kerja dan tidak mempertimbangkan gelar. 

3. Pengembang web 
Prospek kerja dan potensi penghasilan bagi para pengembang web (termasuk pengembang aplikasi) diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan pekerjaan lain.

4. Sekretaris
Sekretaris ataupun petugas administrasi melakukan tugas seperti penyusunan pesan, penjadwalan rapat, dan memberikan dukungan untuk staf kantor lainnya.

5. Asisten paralegal
Paralegal dan asisten hukum melakukan berbagai pekerjaan untuk mendukung pengacara, termasuk memelihara dan mengatur file, melakukan penelitian hukum, dan penyusunan dokumen. Gelar sarjana atau sertifikat dalam studi paralegal biasanya diperlukan untuk calon entry level.

6. Desainer 
Untuk menjadi desainer, baik itu desainer mode ataupun atau desainer artistik di media, baik web maupun media cetak, yang dibutuhkan adalah keahlian dan portofolio karya. Cukup kursus agar mengerti lebih baik tentang teknis yang lebih rumit. Dan yang lebih diutamakan: bakat.

7. Teknisi
Dalam hal ini, mekanik atau teknisi bekerja mengontrol kualitas dari sistem permesinan yang tak rumit. Misalnya, sistem pendinginan di berbagai gedung, atau mekanik pada sistem perbengkelan kendaraan.

8. Tenaga survei
Tenaga survei bekerja untuk membuat pengukuran yang tepat, melakukan survei dan pemetaan, serta mengumpulkan data.

9. Asisten eksekutif 
Asisten Eksekutif memberikan dukungan administrasi termasuk melakukan penelitian, pembuatan laporan, penanganan permintaan informasi, dan juga dapat mengatur panggilan rapat serta acara perusahaan. 

10. Agen asuransi
Agen asuransi menjual produk perlindungan kesehatan, properti, otomotif. Menjadi agen asuransi menjanjikan penghasilan yang baik dan memungkinkan pengembangan karir. 

Kamis, 04 April 2013

Siapa yang dibutuhkan oleh perusahaan ?

Banyak orang bertanya sebenarnya yang seperti apa yang diinginkan oleh perusahaan untuk menjadi calon karyawan disana ? Tiap perusahaan mempunyai kriteria yang berbeda tergantung budaya perusahaan dan bidang yang dibutuhkan. Kualifikasi tergantung kepada kondisi dan jenis pekerjaan dan potensi yang dimiliki calon pelamar.

pada umumnya yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah karyawan yang seperti dibawah ini :

1. Karyawan yang bisa bekerja dengan baik.

Maksudnya adalah karyawan yang bisa mengerjakan dengan tepat sesuai dengan apa yang diperintahkan atau sesuai dengan yang dikehendaki oleh pimpinan atau perusahaan. Jika mereka diperintah A maka dia bisa mengerjakannya A sesuai dengan yang dikehendaki apalagi dia bisa mengerjakannya lebih baik dari apa yang diinginkan, maka dia berpotendi untuk diberikan penghargaan dan sebaliknya jika mereka tidak bisa mengerjakannya dengan standar dibawah dari yang diinginkan maka dia berpotendi untuk diberikan peringatan atau teguran.

2. Karyawan yang bisa bekerja mandiri.

Artinya mereka bisa mengerjakan pekerjaan itu tidak banyak menggantungkan kepada orang lain karena mereka mempunyai kemampuan skill yang bisa diandalkan sehingga bisa mandiri.

3. Karyawan yang bisa kerjasama dengan yang lain.

kerja sama tim sangat diperlukan untuk membantu perusahaan bisa maju. Karyawan yang bisa bekerja dengan dirinya tidak bisa kerjasama dengan orang lain akan menghambat jalannya tugas-tugas perusahaan dan menyulitkan dirinya.

4. Karyawan yang mempunyai kemauan dan kemampuan pribadi.

Jika karyawan mempunyai skill dan kemampuan yang mumpuni atau skill yang bagud maka mereka bisa bekerja secara professional dan tidak amatiran. Kemauan belajar terus menerus terutama yang berhubungaan dengan tugasnya diharapkan oleh semua perusahaan sehingga lebih banyak menguntungkan perusahaan. Seseorang yang multi talenta akan banyak berguna buat perusahaan dari pada yang lain apalagi tidak mempunyai kemauan untuk lebih berkembang.

Perusahaan memerlukan tenaga yang bisa memberikan kontribusi besar kepada kemajuan perusahaa,. loyalitas harus diartikan sebagai prestasi yang menguntungkan bukan kepada lamanya bekerja.

Mitos dalam mencari pekerjaan

Dalam mencari pekerjaan terdapat mitos atau sesuatu yang diyakini masyarakat yang tidak terbukti kebenarannya. Mitos ini akan mempengaruhi pandangan masyarakat dan tindakan berikutnya.

Mitos itu bahwa masyarakat meyakini bahwa pekerjaan yang baik itu akan didapat dengan pendidikan yang baik. Jika pendidikan yang diperolehnya di tempat atau universitas atau sekolah yang baik maka nanti dia akan mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji dan jabatan bagus pula.

Ternyata keyakinan ini tidak semuanya benar dalam kenyataan, bayak alumni dari sekolah yang baik ternyata mendapatkan pekerjaan yang tidak bagus. Hal tersebut karena sangat tergantung dari individu masing-masing. Pendidikan hanya langkah awal untuk mendapatkan pekerjaan yang baik.

Kunci keberhasilan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik terletak kepada kemampuan menjual diri secara individu. kemampuan menjual diri artinya mampu meyakinkan orang lain dengan mental dan skill yang dimilikinya. mampu bertindak assertif yaitu mengahargai diri dan orang lain mampu bersikap jujur,sopan,adil terbuka,adaptasi dengan lingkungan dan mampu bersikap proaktive yaitu suatu sikap antisipasi terhadap segala hal yang ditandai dengan penuh persiapan atau planning,dan skenario yang matang dalam menghadapi masalah.

Jadi kesimpulannya bahwa keyakinan bahwa pekerjaan yang baik akan didapat dengan pendidikan yang baik tidak semuanya benar karenya pendidikan hanya langkah awal dan selanjutnya tergantung kepada kemampuan menjual diri calan karyawan.

Pekerjaan paling dicari 2013.

Data berikut adalah daftar pekerjaan yang paling dicari di Amerika Serikat tetapi kecenderungannya juga di negara lain berdasar hasil survey disana.

Sedang berjuang mencari pekerjaan? Jika Anda seorang akuntan, analis sistem komputer, atau koordinator acara, akan ada kesempatan baik pada tahun 2013.

Tiga profesi ini ada di antara pekerjaan-pekerjaan terbaik yang membutuhkan gelar sarjana pada 2013, menurut penelitian baru oleh CareerBuilder dan Economic Modeling Specialists Intl. (EMSI).


Penelitian menggunakan basis data pasar tenaga kerja EMSI ini mengambil data dari lebih tenaga kerja di 90 negara bagian dan melibatkan detail informasi karyawan dan pekerja wiraswasta untuk menemukan 18 pekerjaan terbaik pada tahun 2013, berdasarkan pada pekerjaan yang paling banyak bertambah sejak tahun 2010.


“Daftar ini mengidentifikasi pekerjaan yang mengalami kenaikan. Para pencari kerja bisa mendapatkan pandangan ke arah perusahaan-perusahaan yang berkembang dan menyediakan kesempatan,” ujar Matt Ferguson, kepala eksekutif Career Builder.


Pekerjaan yang paling banyak membuka peluang setelah pasca resesi adalah Software developer (aplikasi dan sistem software). Sejak tahun 2010, 70.872 pekerjaan bertambah (7% pertumbuhan).


Mengapa? “Perusahaan berkompetisi untuk mendapatkan pasar terlebih dahulu dengan inovasi yang akan menciptakan aliran keuntungan. Mereka ingin mengkapitalisasi teknologi bergeran dan media sosial. Mereka ingin menyaring, mengurai, dan mengaplikasikan Data Besar untuk mendatangkan solusi terbaik bagi klien dan bisnis mereka sendiri. Mereka perlu teknologi pada tempat yang merancang strategi yang lebih besar dan lebih baik, dan mengeksekusinya,” ujar Ferguson.


Menurut Biro Statistik Buruh di Amerika Serikat, kebanyakan pengembang software bekerja untuk  mengembangkan software bagi desan sistem komputer dan perusahaan-perusahaan jasa yang berkaitan atau penerbit-penerbit software. Pekerjaan lainnya di bidang komputer dan manufaktur produk elektronik. Mereka tipikalnya memiliki gelar sarjana di bidang sains komputer.


Penghasilan rata-rata untuk profesional-profesional ini adalah US$90.530 dalam setahun dan Biro Statistik Buruh mengharapkan pertambahan 30% dalam jumlah pengembang software hingga tahun 2020 (dari tahun 2010).


Di peringkat kedua adalah akuntan dan auditor. Pekerjaan semacam ini menyiapkan dan mempelajari catatan finansial dan memastikan pajak dibayar dengan tepat waktu. Lebih dari 37.100 pekerjan telah ditambahkan sejak tahun 2010 (kenaikan sekitar 3%).


Kebanyakan perusahaan membutuhkan akuntan atau kandidat auditor memiliki gelar sarjana di bidang akunting atau bidang terkait, dan yang lainnya menunggu kandidtat untuk mendapatkan sertifikasi dalam bidang-bidang spesifik, menurut Biro Statistik Buruh. Profesi ini mendapatkan gaji rata-rata US$61.690 per tahun.


Pekerjaan terbaik ketiga untuk tahun 2013 adalah analis riset pasar dan spesialis marketing. Profesi ini telah menambahkan 31.335 pekerjaan sejak tahun 2010, dengan pertambahan sebesar 10%. Menurut Biro Statistik Buruh, mereka mendapatkan sekitar US$60.570 per tahun. Profesi ini diharapkan mengalami pertumbuhan 41% hingga tahun 2020 (dari tahun 2010).


Profesi analis riset pasar adalah mempelajari kondisi pasar untuk mengukur potensi penjualan produk atau jasa. Mereka membantu perusahaan-perusahaan untuk memahami lahan-lahan pasar; produk apa yang diinginkan orang, siapa yang akan membeli, dan ada di harga berapa. Kemampuan matematika dan analisis sangat dibutuhkan termasuk gelar sarjana. Posisi riset di peringat atas sering kali membutuhkan gelar master (S2), menurut Biro Statistik Buruh.


Pekerjaan lain di daftar ini adalah Analis sistem komputer (No.4), teknisi mekanis (No.9), dan administratur basis data (No.15).


Berikut 18 daftar pekerjaan paling top yang membutuhkan gelar sarjana di Amerika Serikat:


1. Pengembang Software (aplikasi dan sistem software)

70.872 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 7%.

2. Akuntan dan Auditor

37.123 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 3%.

3. Analis Riset Pasar dan Spesialis Marketing

31.335 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 10%.

4. Analis Sistem Komputer

26.937 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 5%.

5. Sumber Daya Manusia (SDM), Pelatihan, dan Spesialis Relasi Buruh

22.773 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 5%.

6. Administratur Jaringan dan Sistem Komputer

18.626 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 5%.

7. Sales Representatives (Grosir dan Manufaktur, Teknik dan Sains)

17.405 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 4%.

8. Analis Informasi Keamanan, Pengembang Web dan Arsitek Jaringan Komputer

15.715 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 5%.

9. Insinyur Mekanik

13.847 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 6%.

10. Insinyur Industri

12.269 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 6%.

11.. Programer Komputer

11.540 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 3%.

12. Analis Finansial

10.016 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 4%.

13. Spesialis Public Relation

8541 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 4%.

14. Logistik

8522 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 8%.

15. Administratur Basis Data

7468 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 7%.

16. Perencana Pertemuan, Konvensi, dan Acara

7072 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 10%.

17. Penaksir Biaya

6781 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 3%.

18. Penasihat Keuangan Pribadi

5212 pertambahan pekerjaan sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan 3%.

Kamis, 21 Maret 2013

Mitos dalam mencari pekerjaan.


Mitos ini menyebutkan bahwa pekerjaan yang baik diperoleh karena pendidikan yang baik. Faktanya tidaklah demikian tetapi pendidikan yang baik itu hanyalah  langkah awal untuk mendapatkan pekerjaan yang baik.
 Hal penting yang harus dilakukan atau kuncinya adalah kemampuan menjual diri ( menjual skill dan sikap perilaku yang pro-aktif dan assertif ).
Sikap pro-aktif adalah sikap antisipasi dengan segala tugas yang menjadi tanggungjawabnya atau dengan dirinya. Assertif adalah sikap yang menghormati kepentingan orang lain dan menghormati kepentingan dirinya. Assertif adalah sikap ditengah-tengah antara sikap pasif dan agresif, orang yang pasif adalah sikap seseorang yang mampu menghormati orang lain tapi mengabaikan hak dirinya, agresif adalah sikap yang menghormati hak dirinya dan merugikan hak orang lain.
 

Dari mana kita dapat informasi kerja ?


Dari mana kita bisa dapatkan informasi pekerjaan ? banyak sumber yang bisa membantu mendapatkannya seperti di bawah ini. Tinggal kita perlu cermat dan pantang menyerah untuk mendapatkannya. Sebenarnya banyak informasi itu tetapi kadang kita malas untuk mendapatkannya.
1.      Jaringan Kontak Pribadi
  1. Keluarga
  2. Teman / Kenalan / Relasi / Klien
  3. Asosiasi Profesi / Bisnis / Dagang
2.      Iklan / Advertensi
  1. Surat kabar
  2. Majalah
  3. Radio / Televisi
  4. Internet
3.      Pihak Lain
  1. Perusahaan / Konsultan Penyalur Tenaga Kerja
  2. Sekolah / Kursus.

Siapa yang dicari perusahaan ?


Perusahaan  membutuhkan calon karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Secara umum sebenarnya calon karyawan yang bagaimana ayang benar-benar dikehendaki oleh perusahaan ? Perusahaan membutuhkan  :
Seorang yang dapat :

  1. Bekerja dengan baik. 
  2. Bekerja mandiri.
  3. Bekerja dengan orang lain.
  4. Punya kemauan dan kemampuan pribadi.

2013 wajib punya keahlian ini

Persaingan akan semakin ketat dalam pasar tenaga kerja yang akan datang. Bagi karyawan yang ingin maju, kompetensi dasar tidak akan cukup. Untuk memenangkan promosi atau meraih lahan pekerjaan tahun 2013, para ahli mengatakan ada empat keahlian kerja yang wajib dikuasai:

4 Keahlian Wajib Dimiliki Tahun 2013


1. Komunikasi
Apapun jenis hingga tingkatan jabatan Anda, komunikasi adalah kunci untuk maju. "Kemampuan mengartikulasikan dengan jelas sudut pandang Anda dan kemampuan untuk membuat koneksi menjadi sangat penting," kata Holly Paul, recruiting leader dari PricewaterhouseCoopers, sebuah perusahaan akuntan dan konsultan yang berbasis di New York, AS.

Bagi pencari kerja pada khususnya, komunikasi yang baik serta  dapat memberikan gambaran tentang gaya kerja Anda pada perusahaan. "Saya bisa menilai dari percakapan lima menit dan merasakan antusiasme Anda sekaligus memiliki pemahaman yang baik tentang hal yang menjadi prioritas bagi Anda," kata Paul.


Saat ini percakapan di kantor semakin lama bergerak ke arah online, beberapa pekerja yang  tidak pernah mengembangkan kemampuan presentasi, kemungkinan tidak dapat menulis koheren selama lebih dari katakanlah, 140 karakter. "Teknologi dalam beberapa hal telah menumpulkan kemampuan untuk menulis dengan baik. Orang sering terburu - buru dan mempersingkat kalimat serta melewatkan dasar penulisan seperti ejaan yang benar," kata Paul McDonald, senior executive director dari Robert Half International, sebuah perusahaan kepegawaian di California, AS.

2. "Personal Branding"
HRD akan menjelajahi blog, Twitter dan situs jejaring profesional seperti LinkedIn ketika meneliti kandidat, dan penting bahwa mereka menyukai yang mereka temukan." Sadarilah bahwa jejaring sosial mewakili diri Anda," kata Peter Handal, CEO dari Dale Carnegie, sebuah perusahaan penyedia jasa pelatihan kerja. Anda harus memastikan personal branding Anda menarik dan positif.

3. Keluwesan
Kemampuan untuk merespon kebutuhan dan perubahan perusahan dengan cepat akan menjadi penting tahun depan. Karena banyak perusahaan akan mencoba menjawab permintaan serta kebutuhan pelanggan dengan gesit. Sedangkan bagi perusahaan yang berencana menambah karyawan, mereka berharap karyawan tetapnya mudah beradaptasi dengan kondisi yang benar-benar baru. Bisa saja, hal yang menjadi pekerjaan Anda tahun ini tidak akan menjadi tugas Anda lagi tahun depan.

4. Peningkatan produktivitas
Pada tahun 2013, pekerja harus menemukan cara baru untuk meningkatkan produktivitas, para ahli mengatakan bahwa para eksekutif  perusahaan mencari peningkatan 20% dalam kinerja karyawan tahun depan dari level saat ini, menurut sebuah survei terbaru. Perusahaan yang sedang mempertimbangkan menambah pekerja di tahun-tahun mendatang ingin karyawan saat ini untuk beroperasi dalam modus pertumbuhan sekarang. "Klien saya sedang mencari karyawan yang memiliki kemampuan besar untuk memahami yang diinginkan dan dibutuhkan tanpa diberitahu," kata Haberfeld.

PERTANYAAN terlarang saat wawancara

“Ada yang ingin Anda tanyakan?” Pertanyaan itu amat mungkin Anda dengar di ujung wawancara kerja. Ada dua alasan Anda diberi kesempatan bertanya. Pertama, si pewawancara ingin membantu Anda memahami pekerjaan dan perusahaan. Yang kedua, dia ingin “membaca” Anda lebih jauh — dari pertanyaan yang Anda ajukan.

Pertanyaan yang salah bisa menghancurkan kesan bagus yang Anda buat di awal wawancara, jadi hindarilah 10 pertanyaan berikut:

1. Perusahaan Anda bergerak di bidang apa?
Jika Anda mengajukan pertanyaan tentang perusahaan yang bisa dengan mudah dijawab dengan mencari di internet, Anda bisa dianggap tidak melakukan persiapan, tidak memiliki motivasi, dan malas.

2. Tunjangan apa yang Anda tawarkan? Jangan bertanya tentang keuntungan dalam tahap ini, dan Anda tentu saja tidak perlu bertanya tentang detail keuntungan tersebut, misalnya siapa yang memberi tunjangan kesehatan, apakah mencakup tunjangan kesehatan gigi, berapa hari liburan, dan seterusnya. Waktu untuk bertanya tentang tunjangan adalah ketika Anda menegosiasikan detail tawaran kontrak. Pada tahap ini, pertanyaan Anda harus fokus pada pekerjaan itu sendiri dan organisasi.

3. Bisakah saya pulang pukul 15:00 pada Kamis? Jika Anda mulai bertanya tentang perlakukan khusus sebelum mendapatkan pekerjaan, pihak perusahaan akan berasumsi Anda bakal sering meminta perlakukan khusus. Baik itu permintaan untuk mendapatkan jam kerja yang berbeda, memiliki waktu libur khusus, atau yang lainnya, sekarang bukan saatnya membuat permintaan. Jika Anda sudah mendapat tawaran pekerjaan, baru Anda bisa menegosiasikan permintaan Anda.

4. Apakah Anda melakukan tes narkotik? Jika memang iya, Anda akan segera tahu. Bertanya tentang itu akan memberikan kesan buruk kepada Anda.

5. Apakah saya bisa mendapatkan peran penting (untuk sesuatu yang tidak terkait dengan pekerjaan yang Anda cari)? Anda mungkin sangat tertarik tentang operasi media sosial perusahaan atau acara besar yang mereka adakan di Hollywood setiap tahun, tapi jika itu tidak terkait dengan pekerjaan yang Anda cari, jangan mengartikan bahwa hal itu lebih menarik bagi Anda daripada pekerjaan yang sedang Anda bicarakan dengan pewawancara.

6. Apakah karyawan mendapatkan diskon produk? Tahap percakapan ini adalah tentang apakah ada kecocokan satu sama lain. Jika mengajukan pertanyaan ini, Anda akan dianggap hanya tertarik tentang apa yang bisa diberikan perusahaan kepada Anda.

7. Apakah Anda memeriksa referensi? Anggaplah sebagian besar perusahaan benar-benar memeriksa referensi. Bertanya tentang hal itu mengartikan bahwa Anda memiliki sesuatu yang disembunyikan.

8. Berapa lama waktu yang Anda berikan untuk istirahat makan siang? Semua hal yang mengimplikasikan bahwa Anda fokus untuk menjauhi pekerjaan daripada mengutamakan pekerjaan akan memberi cerminan buruk kepada Anda.

9. Mengapa saya harus menerima pekerjaan ini? Jika Anda tidak bisa menentukan sendiri apakah pekerjaan tersebut adalah pilihan Anda, pihak perusahaan tidak akan membantu Anda untuk menemukan jawaban yang Anda cari.

10. Bagaimana hasil wawancara saya? Pertanyaan ini membuat pewawancara bingung. Pewawancara yang baik akan memerlukan waktu untuk memproses hasil wawancara Anda dan membandingkan Anda dengan kandidat yang lain. Jangan mengakhiri wawancara dengan catatan yang janggal.

Hindari kesalahan berikut saat wawancara kerja.




Selalu ada perasaan cemas setelah menjalani wawancara kerja. Tenang, tidak ada orang yang sempurna (dan sebagian besar pewawancara memang berharap pencari kerja tidak memberi jawaban sempurna).

Meski demikian, ada beberapa kesalahan dalam wawancara kerja yang sebenarnya dapat dengan mudah dihindari:


1. Tidak bersiap-siap
Ini mungkin kesalahan nomor satu yang paling sering dilakukan para kandidat: mereka mengikuti wawancara tanpa melakukan persiapan matang beberapa hari sebelumnya.

Mereka tidak membaca deskripsi pekerjaan dan mempelajari profil perusahaan. Mereka tidak meluangkan waktu beberapa jam untuk memikirkan jawaban yang akan diberikan, serta memikirkan kembali pengalaman dari masa lalu untuk menggambarkan keunggulan mereka.

2. Tidak mencari tahu profil pewawancara

Gambaran sekilas di LinkedIn mungkin akan memberikan Anda kewaspadaan ekstra jika misalnya pewawancara terbiasa bekerja dengan atasan yang galak, yang berarti Anda akan siap jika ditanya tentang itu dalam wawancara. Membaca sekilas profil pewawancara di situs perusahaan mungkin memberikan gambaran kepada Anda bahwa dia memiliki latar belakang dalam software yang biasa Anda gunakan saat bekerja dan mungkin Anda ditanya-tanya tentang itu.

3. Datang terlambat
Anda mungkin ingin bermain aman dengan berangkat mengikuti wawancara beberapa menit lebih awal dari yang Anda perlukan. Namun, tetap saja bisa terjebak macet dan akibatnya terlambat mengikuti wawancara.

Lebih baik menunggu satu jam daripada terlambat wawancara. Anda bisa menggunakan waktu tunggu di dalam mobil atau di kafe terdekat jika tiba lebih awal.

4. Mengenakan pakaian yang salah
Pada sebagian besar industri, Anda seharusnya mengenakan pakaian yang tepat untuk wawancara kerja. Tidak masalah jika pewawancara mengenakan pakaian yang lebih santai. Mengenakan setelan kemeja, bahkan jas, sebagai kandidat, masih merupakan gaya pakaian yang diharapkan. Namun, di samping mengenakan pakaian yang tepat, Anda juga harus memastikan terlihat rapi dan terawat.

Pakaian harus pas dengan tubuh, rambut rapi, make-up profesional dan tidak berlebihan. Rasa nyaman Anda pada pakaian juga penting. Anda pasti tidak ingin terlalu sering membenarkan kerah baju atau posisi rok.

5. Tidak siap menegosiasikan gaji
Para pencari kerja sering merasa tidak nyaman membicarakan gaji, dan hasilnya, mereka sering tidak mempersiapkan bagaimana cara menjawab pertanyaan seperti itu. Ini adalah tindakan yang merugikan untuk Anda sendiri.

Jika datang tawaran gaji dan Anda tidak siap menegosiasikannya, Anda mungkin hanya akan mendapatkan gaji yang lebih kecil. Jadi jangan hanya menyerahkannya kepada pewawancara untuk menentukan gaji Anda. Cari tahu berapa standar gaji di perusahaan itu dan berpikir sebelum menegosiasikan gaji agar Anda bisa menjawab pertanyaan tentang gaji dengan percaya diri.

Pertanyaan penting saat wawancara.


Wawancara kerja bisa sangat menegangkan. Bagaimanapun, sulit untuk mengetahui pertanyaan seperti apa yang mungkin ditanyakan oleh calon atasan Anda. Kami mendapat saran dari Lindsey Pollak, penulis buku “Getting from College to Career: Your Essential Guide to Succeeding in the Real World”, sebagai bekal terkait pertanyaan yang harus siap Anda jawab nantinya.

1. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Berikan kisaran gaji yang tepat sesuai dengan pekerjaan Anda (lihat di situs Glassdoor.com). Kemudian, berikan jumlah yang sedikit lebih tinggi dari kisaran tadi untuk memberikan ruang negosiasi.

2. Apa yang Anda kerjakan di pekerjaan sebelumnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang menyebalkan, namun para pengusaha sering menanyakannya,  jadi bersiaplah. Anda dapat mengatakan bahwa perusahaan Anda sebelumnya meminta kepada Anda untuk tidak mengungkapkan informasi saat dulu Anda dipekerjakan, atau berikan saja informasi yang tidak mendetail. Mereka mungkin saja memeriksa, jadi jawab dengan dengan jujur. Itu berarti, gaji Anda saat ini seharusnya tidak mendikte masa depan Anda.

3. Apa kelebihan dan kelemahan Anda?
Jangan membuat  kelebihan sebagai kelemahan Anda. Mereka tidak akan jatuh untuk itu. Sebaliknya, berbicaralah apa adanya dan bagaimana Anda mencoba untuk memperbaikinya. Cobalah mengatakan seperti, "Saya dulu merasa gugup saat menelepon klien, tapi kemudian saya menyadari bahwa semakin sering saya melakukannya, maka akan semakin menjadi mudah." Dengan menunjukkan bahwa kelemahan Anda seolah-olah terjadi di masa lalu, (dan tunjukkan bahwa Anda peduli soal itu) itu berarti  Anda bersedia untuk berubah dan berkembang.

4. Apakah Anda dekat dengan atasan lama Anda?
Anda memiliki atasan yang mengerikan. Pewawancara tidak perlu tahu itu. Ditambah,  mengungkapkan keburukan mantan bos Anda adalah sesuatu yang berbahaya, karena  pewawancara mungkin akan merasa khawatir bila suatu saat Anda akan melakukan hal yang sama kepada mereka jika Anda ternyata diterima bekerja. Cukup katakan "ya" dan lanjutkan hal yang lain.

5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama Anda?
Jangan pernah mengeluh atau mengkritik sesuatu yang terjadi di masa lalu di pekerjaan Anda. Cobalah katakan sesuatu seperti, "Pekerjaan lama saya tidak sesuai dengan harapan saya, dan saya ingin tantangan yang baru." Kemudian ungkapkanlah hal lainnya.

6. Bagaimana Anda mengatasi tantangan di tempat kerja?
Jangan berkata samar-samar. Berikan contoh nyata seperti, "Saya pernah diberi proyek besar di menit-menit terakhir." Kemudian jelaskan bagaimana Anda mengatasi hal tersebut (mengerjakannya hingga larut malam, meminta bantuan dari sesama karyawan, dan lain-lain) dan jelaskan hasil akhirnya.

Tanda anda harus pindah kerja.


Rata-rata jam kerja pegawai kantoran adalah 8 hingga 9 jam. Artinya, setiap hari, Anda menghabiskan sepertiga hidup Anda di kantor. Sia-sia sekali rasanya jika waktu sebanyak ini dihabiskan dengan mengeluh dan berbagai hal lain yang membuat Anda tak bahagia. Mungkin sudah saatnya Anda mengundurkan diri dan pindah kerja ke perusahaan lain, atau jadi pengusaha?

Jika Anda mengalami 10 hal berikut ini, tandanya Anda memang harus segera mengucap selamat tinggal pada rekan kerja.


1. Anda begitu membenci hari Senin
Merasa sedih saat weekend berakhir dan Senin kembali datang itu hal yang wajar. Tapi jika Anda membayangkan masuk kantor, bekerja, bertemu bos, bertemu rekan kerja, dan semua yang akan terjadi hari Senin, lalu Anda merasa muak, takut, bahkan stres, artinya Anda memang tak ingin berada di sana. Mungkin Anda hanya bertahan hanya demi punya pekerjaan? Tapi untuk apa menyiksa diri dan menghabiskan sepertiga hidup Anda di tempat yang Anda benci, sementara banyak orang lainnya yang menikmati pekerjaan mereka?

2. Anda bekerja tak dengan hati
Pekerjaan yang ideal adalah saat kita mengerjakan apa yang kita cintai. Memang tak semua orang seberuntung itu, tapi jika Anda mencintai pekerjaan Anda, melakukan aktivitas sehari-hari di kantor pun tak akan terasa berat. Bahkan jika pekerjaan Anda berat, Anda masih bisa bersenang-senang di kantor. Namun jika Anda mulai merasa terpaksa, atau bahkan benci, mengerjakan tugas di kantor, sampai Anda mencari-cari alasan untuk tak masuk kantor, untuk apa dilanjutkan?

3. Hubungan dengan bos tidak baik
Bos galak itu biasa. Yang harus diwaspadai adalah jika hubungan Anda dengan bos lebih buruk dibanding hubungan bos dengan rekan-rekan kerja Anda. Merupakan pertanda buruk pula jika Anda sampai harus menyelesaikan masalah Anda dengan bos lewat atasan bos Anda, atau lewat departemen SDM (HRD).

4. Kemampuan Anda tak dianggap
Anda lulusan S2 manajemen, namun di kantor ini Anda hanya diberi tugas mengerjakan hal-hal remeh. Berkali-kali Anda meminta naik jabatan atau diberi tanggung jawab lebih, namun permohonan itu tak pernah digubris. Jangan sia-siakan bakat dan potensi Anda untuk perusahaan yang tak menghargainya.

5. Masa depan perusahaan Anda tak jelas
Perusahaan Anda terlilit utang, beberapa departemen ditutup, sejumlah besar karyawan diberhentikan, gaji sudah tak dibayarkan selama dua bulan. Jika perusahaan diibaratkan perahu, segeralah Anda menyelamatkan diri sebelum ikut tenggelam.

6. Prinsip Anda dan perusahaan tak sejalan
Anda adalah orang yang sangat mencintai lingkungan, namun Anda bekerja di perusahaan yang dikenal suka mencemari lingkungan. Awalnya mungkin Anda masih bisa berkompromi, tapi jika hal ini tetap mengganggu Anda dan bahkan membuat Anda stres, carilah perusahaan lain yang sejalan dengan prinsip Anda.

7. Gaji Anda tak memadai
Biasanya fresh graduate alias yang baru lulus kuliah dan memiliki nol pengalaman masih mau menerima pekerjaan dengan gaji di bawah standar. Tapi itu pun seharusnya disertai catatan bahwa dalam setahun atau dua tahun akan ada kenaikan gaji. Jika usia Anda sudah lebih dari 27 tahun dan Anda masih digaji di bawah standar, padahal pekerjaan yang sama di perusahaan lain gajinya berkali lipat, saatnya Anda cari kesempatan lain. Tentu saja ini berlaku jika permintaan Anda untuk naik gaji tak pernah digubris.

8. Anda tak suka rekan-rekan kerja Anda
Pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan menyenangkan jika dikerjakan bersama orang-orang yang Anda cintai. Bahkan rekan-rekan kerja bisa jadi alasan kita untuk bersemangat berangkat kerja di hari Senin. Tapi jika Anda tak punya teman dekat di kantor, atau sama sekali tak bergaul dengan mereka karena merasa tak cocok, makan siang selalu sendiri, rekan-rekan kerja memperlakukan Anda dengan tidak baik, dan Anda sering terlibat pertengkaran dengan rekan kerja, saatnya ucapkan selamat tinggal pada mereka.

9. Anda makan gaji buta
Yang Anda lakukan di kantor sebagian besar adalah browsing di internet yang tak berhubungan dengan pekerjaan, lalu nongkrong, lalu ngobrol-ngobrol dengan rekan kerja, dan tak mengerjakan apapun. Enak memang, karena Anda tetap digaji meskipun Anda tak berkontribusi. Tapi ini artinya Anda "tak dianggap" oleh perusahaan. Anda produktif atau tidak, perusahaan tak peduli. Bahkan mungkin Anda tak masuk kantor pun tak ada pengaruhnya bagi keseluruhan alur kerja perusahaan. Waspadalah, bisa-bisa Anda didepak dari perusahaan karena larut dalam perilaku "makan gaji buta" ini.

10. Anda masih mencari-cari lowongan pekerjaan di tempat lain
Tak ada salahnya mencari tahu peluang dan kesempatan apa yang ada di luar sana. Namun jika sebagian besar waktu Anda dihabiskan dengan mencari lowongan kerja di internet, atau setiap bertemu teman Anda selalu berkata, "Ada lowongan nggak, di kantormu?", artinya Anda memang benar-benar ingin keluar dari perusahaan Anda. Ikutilah kata hati itu

Etika menjadi karyawan baru


Menjadi anak baru di kantor memang bukanlah hal yang mudah. Jangan terjerumus dalam hal-hal kecil yang bisa membuat anda diasingkan. Pelajari 7 tips berikut ini.

Setelah melalui proses rekrutmen yang menantang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar.

Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja.

1. Cara Berpakaian

Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru.

2. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.

3. Kepribadian yang Positif
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor.

4. Mengingat Nama & Posisi
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda.

5. Bantu & Inisiatif
Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu.

6. Semangat Bekerja
Pernah saya memiliki rekan baru yang selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang. Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas!

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.
7. Hindari Bergosip Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyakan teman daripada lawan.

Kesalahan dalan membuat Curriculum Vitae


Curriculum vitae adalah representasi diri. Tetapi para lulusan baru sering mengirim CV yang bikin geleng-geleng kepala. Karena kurang referensi, mereka kerap melakukan kesalahan yang tidak disadari. Memang tidak mutlak membuat mereka ditolak, tetapi memperkecil peluang diterima.

Nah, jika Anda seorang lulusan baru yang sedang berburu kerja dan tidak kunjung mendapat panggilan, jangan-jangan Anda melakukan beberapa kesalahan ini.

Foto
Jika perusahaan mensyaratkan foto dalam lamaran kerja, pilihlah foto yang membuat Anda terlihat profesional. Jangan pakai foto yang diambil dari Facebook hanya karena Anda tampil menarik (atau seksi). Bagaimana Anda mau dianggap serius bila foto yang dilampirkan terlihat main-main dan hasil crop?

Umumnya perekrut lebih menyukai foto yang simpel. Pergilah ke studio foto dan bikin satu foto yang bagus – untuk investasi Anda ketika melamar pekerjaan.

Alamat email
Hmm, alamat email seperti inacuantixxbanget@yahoo.com atau romisayangchika@ymail.com sepertinya kurang menarik jika dipajang di CV. Anda kan sedang melamar pekerjaan di suatu perusahaan jadi sebaiknya hindari alamat email yang terlalu personal. Buatlah satu akun email dengan nama asli Anda untuk keperluan resmi. Jangan sampai Anda kalah bersaing dengan pelamar lainnya hanya karena alamat email Anda menggelikan.

Informasi yang tepat
Jangan kirim CV yang persis sama ke semua perusahaan. Usahakan “jahit” terlebih dahulu setiap kali Anda melamar. Beri penekanan pada prestasi atau keahlian yang relevan dengan posisi incaran. Tidak perlu mencantumkan prestasi “pemenang lomba karaoke” bila memang posisi yang Anda inginkan tidak membutuhkan keahlian bernyanyi.

Informasi pendidikan juga cukup dimulai dari SMA saja, tidak perlu taman bermain dan TK. Intinya, tekankan pada informasi yang bisa menunjukkan Anda orang yang tepat untuk posisi ini.

Terlalu panjang
Pihak perekrut akan menerima setumpuk lamaran, jadi satu menit pertama amat menentukan. Jangan buang waktunya sia-sia dengan membeberkan prestasi Anda dari sejak TK. Buatlah kesan yang baik di surat lamaran sehingga mereka mau membaca hingga habis.

Anda boleh menyertakan alamat LinkedIn atau blog yang berisi portofolio bila diperlukan. Tetapi apa pun yang terjadi, jangan pernah meminta perekrut untuk mendownload sendiri CV Anda dari Internet. Tidak semua kantor punya koneksi bagus.

Email kosong
Mentang-mentang CV tersimpan di telepon seluler, maka begitu melihat suatu lowongan Anda langsung mengirimkannya tanpa berusaha membuat surat lamaran. Mau tahu kesan yang muncul begitu membaca email kosong seperti ini? Pelamar adalah seseorang yang malas.

Pelamar hanya secara acak mengirim CV ke kanan-kiri tanpa usaha lebih untuk membuat surat lamaran yang menarik.

Jiplakan
Yep, para perekrut sudah sering membaca bertumpuk CV jadi mereka bisa mengenali mana yang jiplakan dan bukan. Usahakanlah membuat surat lamaran dengan kalimat orisinal untuk meningkatkan kemungkinan Anda diterima.

Kalaupun belum memiliki pengalaman, Anda bisa menceritakan poin kekuatan Anda yang cocok untuk pekerjaan yang diincar. Tak perlu membuat surat lamaran yang terlalu panjang. Fokus pada kekuatan Anda dan tentunya jangan lupa mencantumkan informasi kontak agar mudah dihubungi.

Orang yang perlu didekati di kantor

Tak hanya sekadar bekerja keras, sukses di kantor juga bisa didukung dengan mengenal orang yang tepat. Nah, tak ada salahnya mencoba lebih akrab dengan lima orang ini.

Pekerjaan di kantor saling berhubungan satu sama lain. Suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan atau dukungan orang lain. Nah, agar tak dicap berteman hanya karena lagi butuh, sebaiknya akrabkan diri dengan lima orang ini mulai sekarang. Tak ada salahnya mengobrol lebih lama dengan mereka jika berpapasan di kantor atau bertemu saat makan siang.

Sekretaris kantor atau asisten bos
Dia adalah orang yang paling mengenal atasan Anda. Apa yang disukai si bos, bagaimana suasana hatinya, sampai jadwal kegiatannya. Mengenali sekretaris akan membantu Anda bila perlu jadwal meeting dadakan — serta mengetahui saat terbaik untuk menemui si bos.

Divisi SDM dan bagian umum
Berteman baik dengan salah satu anggota divisi SDM dan bagian umum merupakan investasi yang baik. Banyak hal yang berhubungan dengan operasional kantor bermula di sini. Belum lagi kabar-kabar terbaru seputar bonus, libur, gaji, dan masih banyak lagi. Bisa saja Anda mendapat prioritas khusus untuk permintaan Anda mulai dari permintaan alat tulis baru sampai pemesanan mobil operasional kantor. Usahakan membina hubungan yang baik bukan hanya sekadar hubungan ketika sedang butuh saja.

Office boy dan kurir

Tak bisa diingkari, hampir setiap hari Anda membutuhkan bantuan mereka, mulai dari fotokopi sampai memesan makan siang. Bahkan bisa saja untuk kepentingan pribadi. Ingin bantuan-bantuan dari office boy dan kurir tetap berjalan lancar, usahakan untuk selalu berbicara dengan nada ramah kepada mereka.

Sesekali tak ada salahnya mentraktir mereka satu porsi makanan yang Anda pesan atau memberikan tip. Dari sekian banyak orang di kantor yang membutuhkan bantuan office boy dan kurir kantor, tentu Anda juga harus memenangkan perhatian mereka demi kenyamanan kerja sehari-hari. Tentu Anda tak mau permintaan fotokopi Anda disisihkan sementara ia lebih mendahulukan membeli siomay pesanan teman Anda yang sering bersikap manis.

Tim IT

Tak ada ruginya akrab dengan tim IT kantor. Bayangkan berapa permintaan yang harus ia terima setiap hari dan Anda adalah salah satunya. Dengan hubungan pertemanan yang dekat, bisa jadi ia mau sedikit mempercepat permintaan Anda dibanding beberapa teman lain yang sering menyepelekan mereka. Jangan lupa selalu ucapkan terima kasih secara pribadi dan tak ada salahnya mengajak mereka bergabung untuk nongkrong selepas pulang kantor. Selain mendapat teman baru, banyak ilmu yang bisa dipelajari dari mereka.

Si biang gosip

Si biang gosip bisa jadi siapa saja. Orang ini selalu tahu perkembangan gosip seputar kantor (tentu umumnya tentang hal pribadi). Jangan bermusuhan dengan orang ini kecuali Anda siap jadi bulan-bulanan. Tak ada salahnya berteman akrab dengan si biang gosip. Selain mendapat gosip terbaru, Anda juga bisa mempelajari perilaku apa yang disukai dan tidak disukai mayoritas penghuni kantor. Tapi, jangan terlibat ikut bergosip, cukup jadi pendengar yang baik saja.

Cara mengatasi stress di kantor

Beban kerja, kesibukan atau seabrek masalah di kantor tak jarang membuat kita dilanda stres. Namun semua itu bisa diatasi, asal tahu caranya.

Jangan sampai stres yang melanda justru membuat kinerja Anda menurun. Ada beberapa cara untuk menghilangkan stres yang dirasakan di kantor. Ini dia!

1. Tarik nafas panjang
Cara ini adalah cara paling mudah untuk menenangkan diri. Telah banyak penelitian yang membuktikan, menarik nafas panjang dapat membuat aliran darah serta oksigen di otak kembali teratur. Sehingga saat menarik nafas panjang, seseorang akan merasakan kenyamanan dan rasa rileks. Berhentilah sejenak dari pekerjaan, lalu tariklah nafas panjang selama 5-10 menit. Anda akan merasa lebih tenang, dan stres yang melanda akan mereda.

2. Bergerak
Beranjaklah dari kursi Anda, lalu berjalan-jalanlah sejenak. Jika memungkinkan, keluarlah dari gedung kantor sesaat untuk menikmati terpaan angin dan sinar matahari. Bergerak akan membantu otot-otot Anda yang kaku menjadi lebih santai dan rileks. Hal itu juga bisa membantu menghilangkan stres.

3. Tertawa
Tertawa bisa merangsang hormon endorfin atau lebih dikenal dengan hormon "bahagia". Dengan tertawa, segala beban Anda akan terasa lebih ringan. Melihat video lucu, membaca buku humor atau bersenda gurau sesaat dengan rekan kerja dapat menjadi pilihan Anda.

4. Gunakan sandal jepit
Ini terkesan sederhana, namun dengan sedikit bergaya santai, Anda akan merasa lebih tenang. Tak perlu memakai sandal jepit dari rumah, cukup ganti sepatu Anda dengan sandal yang telah Anda sediakan di kantor. Anda akan merasa lebih rileks.

5. Ganti suasana
Jika memungkinkan, coba minta izin dengan atasan Anda untuk bekerja dari tempat lain. Misalnya kedai kopi yang nyaman. Suasana yang berbeda akan membuat pikiran Anda lebih terbuka.

Selamat mencoba!