Kamis, 21 Maret 2013

Pertanyaan penting saat wawancara.


Wawancara kerja bisa sangat menegangkan. Bagaimanapun, sulit untuk mengetahui pertanyaan seperti apa yang mungkin ditanyakan oleh calon atasan Anda. Kami mendapat saran dari Lindsey Pollak, penulis buku “Getting from College to Career: Your Essential Guide to Succeeding in the Real World”, sebagai bekal terkait pertanyaan yang harus siap Anda jawab nantinya.

1. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Berikan kisaran gaji yang tepat sesuai dengan pekerjaan Anda (lihat di situs Glassdoor.com). Kemudian, berikan jumlah yang sedikit lebih tinggi dari kisaran tadi untuk memberikan ruang negosiasi.

2. Apa yang Anda kerjakan di pekerjaan sebelumnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang menyebalkan, namun para pengusaha sering menanyakannya,  jadi bersiaplah. Anda dapat mengatakan bahwa perusahaan Anda sebelumnya meminta kepada Anda untuk tidak mengungkapkan informasi saat dulu Anda dipekerjakan, atau berikan saja informasi yang tidak mendetail. Mereka mungkin saja memeriksa, jadi jawab dengan dengan jujur. Itu berarti, gaji Anda saat ini seharusnya tidak mendikte masa depan Anda.

3. Apa kelebihan dan kelemahan Anda?
Jangan membuat  kelebihan sebagai kelemahan Anda. Mereka tidak akan jatuh untuk itu. Sebaliknya, berbicaralah apa adanya dan bagaimana Anda mencoba untuk memperbaikinya. Cobalah mengatakan seperti, "Saya dulu merasa gugup saat menelepon klien, tapi kemudian saya menyadari bahwa semakin sering saya melakukannya, maka akan semakin menjadi mudah." Dengan menunjukkan bahwa kelemahan Anda seolah-olah terjadi di masa lalu, (dan tunjukkan bahwa Anda peduli soal itu) itu berarti  Anda bersedia untuk berubah dan berkembang.

4. Apakah Anda dekat dengan atasan lama Anda?
Anda memiliki atasan yang mengerikan. Pewawancara tidak perlu tahu itu. Ditambah,  mengungkapkan keburukan mantan bos Anda adalah sesuatu yang berbahaya, karena  pewawancara mungkin akan merasa khawatir bila suatu saat Anda akan melakukan hal yang sama kepada mereka jika Anda ternyata diterima bekerja. Cukup katakan "ya" dan lanjutkan hal yang lain.

5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama Anda?
Jangan pernah mengeluh atau mengkritik sesuatu yang terjadi di masa lalu di pekerjaan Anda. Cobalah katakan sesuatu seperti, "Pekerjaan lama saya tidak sesuai dengan harapan saya, dan saya ingin tantangan yang baru." Kemudian ungkapkanlah hal lainnya.

6. Bagaimana Anda mengatasi tantangan di tempat kerja?
Jangan berkata samar-samar. Berikan contoh nyata seperti, "Saya pernah diberi proyek besar di menit-menit terakhir." Kemudian jelaskan bagaimana Anda mengatasi hal tersebut (mengerjakannya hingga larut malam, meminta bantuan dari sesama karyawan, dan lain-lain) dan jelaskan hasil akhirnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar