Minggu, 14 April 2013

Ini Penjelasan Mengapa Cuaca di Jakarta Begitu Panas?

Ini Penjelasan Mengapa Cuaca di Jakarta Begitu Panas? - Meskipun saat ini masih dalam rentang musim penghujan yang umumnya berlangsung dari November - Maret 2013. Namun, kondisi cuaca di Jakarta saat ini terasa panas.

Ini Penjelasan Mengapa Cuaca di Jakarta Begitu Panas?

Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan ( BPPT), menjelaskan bahwa terik matahari yang begitu menyengat disebabkan karena posisi Matahari berada di atas khatulistiwa dan gelombang Madden–Julian oscillation (MJO).

Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan ( BPPT), Tri Handoko Seto mengatakan bahwa saat ini masih musim hujan, tetapi dalam musim hujan ini terdapat MJO.

"Di wilayah Indonesia pada umumnya, khususnya Jakarta, kondisi pertumbuhan awan berkurang. Akan tetapi akan meningkat lagi pada kira-kira minggu terakhir April," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa MJO atau fenomena ostilasi ini hanya berlangsung sekira 45 hari, di mana pada periode ini bisa memunculkan banyak hujan atau sebaliknya. "Suatu wilayah puncaknya bisa 2 minggu. Meskipun musim hujan, kalau terdapat ostilasi ini, maka pertumbuhan awan hujan bisa berkurang," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, peningkatan awan saat ini diprediksi akan berkurang, "Namun demikian, ini harusnya sudah masuk pancaroba. Ciri-cirinya, sudah banyak hujan, namun di siang terik, siang sampai sore tiba-tiba ada mendung yang gelap, hujan deras tetapi tidak sampai berjam-jam. Pola-pola musim pancaroba, umumnya akhir Maret sampai April," jelasnya.

Garis Khatulistiwa
Di Indonesia bagian selatan, seperti Jawa, Bali, NTT, Sumatera Selatan, musim penghujan umumnya terjadi pada November sampai dengan Maret atau Oktober sampai April.

Tri mengatakan, puncak musim hujan terjadi pada Desember sampai Maret. Maret bisa muncul pancaroba, sedangkan Juli atau Agustus masuk kemarau. Pancaroba merupakan transisi dari dua musim.

Thomas Djamaluddin dari Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menjelakan bahwa MJO merupakan periodisitas aktivitas konveksi pembentukan awan. "Ada fase sangat aktif dan fase tidak aktif," imbuhnya.

Yang menyebabkan matahari menjadi sangat terik di Jakarta ialah, terdapat awan konveksi, di mana pada kondisi ini akan menimbulkan pemanasan yang lebih efektif. "Ditambah posisi matahari ada di ekuator (garis khatulistiwa), pancaran matahari tegak lurus dan pemanasan lebih efektif," jelas Thomas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar